Citarum Roadmap dan Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program (ICWRMIP) merupakan gambaran strategi, rencana dan pelaksanaan yang memetakan posisi saat ini dengan visi, hasil dan tujuan yang ingin kita capai di masa depan untuk pengelolaan terpadu sungai Citarum. Visi bersama untuk Citarum ini juga disebut sebagai CITA-CITARUM.
- Proyek Pengendalian Banjir Belum Maksimal
- Warga Kab. Bandung Harus Bersabar
- Banjir Surut, Jalan Dayeuh Kolot Bandung Bisa Dilintasi
- Menkokesra Minta Rumah Rawan Banjir di Bandung Selatan Direlokasi
- Ini Penyebab Bandung Selatan Selalu Kebanjiran
- Normalisasi Citarum Tuntas Desember 2013
- Diusulkan, Curug Jompong-Sapan “Dipangkas”
- Ribuan Rumah di Bandung kembali Terendam Banjir
- Banjir Paksa Ribuan Keluarga di Bandung Mengungsi
- Ribuan Rumah di Bandung kembali Terendam Banjir
| CITARUM KNOWLEDGE CENTER | |||||
![]() | |||||
| |||||
| Warna-Warni Citarum di Majalaya
Laporan foto ini berisi informasi dan data kualitas air, lokasi industri (data BPLH Kab.Bandung) serta cerita kehidupan warga yang tinggal di tepi Sungai Citarum di Kecamatan Majalaya, juga dampak pencemaran air bagi Waduk Saguling yang dikelola oleh Indonesia Power. Laporan foto juga berisi peta dan hasil laboratorium uji air dan peraturan pemerintah terkait sumber daya air dan limbah. Selain itu laporan foto juga menampilkan proses menghadirkan air bersih bagi warga Kampung Ciwalengke, Desa Sukamaju, Majalaya, yang selama ini menggunakan air tercemar untuk kebutuhan sehari-hari. | |||||
![]() | POLA Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai 6Ci, 2012
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Balai Besar Wilayah Sungai telah menyusun rencana Pola Pengelolaan Sumber Daya Air dengan basis wilayah Sungai (WS) 6 Ci (2009-2011). Pola pengelolaan SDA WS 6Ci ini merupakan kerangka dasar dalam merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan konservasi SDA, pendayagunaan serta pengendalian daya rusak air di WS 6 Ci. Walaupun WS 6 Ci telah dipecah menjadi WS Cidanau-Ciujung-Cidurian, WS Ciliwung-Cisadane dan WS Citarum, Pola Pengelolaan SDA WS 6 Ci ini harus disesuaikan lebih lanjut. | ||||
![]() | Draft Rancangan POLA Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Citarum, 2012
Mengacu kepada Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai, ditetapkan bahwa Wilayah Sungai Citarum merupakan Wilayah Sungai Lintas Provinsi yang pengelolaannya harus tetap memperhatikan kebutuhan air baku ibukota Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Pola Pengelolaan Sumber Daya Air berbasis wilayah sungai ini bertujuan untuk menentukan langkah dan tindakan yang harus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan dengan mengoptimalkan potensi pengembangan sumber daya air, melindungi/melestarikan serta meningkatkan sumber daya air dan lahan. Kerangka dasar pengelolaan ini dilakukan terpadu antar sektor, antar wilayah dan antar berbagai pihak terkait dengan pengelolaan sumber daya air.
| ||||
| Citarum Stakeholders Analysis
Laporan konsultan Bantuan Teknis (Technical Assistance) Program ICWRMIP berisi identifikasi dan analisa keterlibatan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan Wilayah Sungai Citarum, peran apa yang dilakukan oleh masing-masing pemangku kepentingan berdasarkan tugasnya, koordinasi, kekuatan dari masing-masing pemangku kepentingan dalam kaitannya untuk mengoptimalkan fungsi pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air secara terpadu. Terdiri dari unsur pemerintah maupun non-pemerintah, baik di tingkat pusat, propinsi dan kabupaten. (Desember, 2010) | |||||
| Aliran Kehidupan di Sungai Citarum
Foto-foto dalam buku Aliran Kehidupan di Sungai Citarum merupakan bagian dari kegiatan dokumentasi visual dari program kegiatan Roadmap Program Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu di Wilayah Sungai Citarum (ICWRMIP) sejak pertengahan 2009 lalu. Menampilkan sekitar 100 foto karya berbagai fotografer yang mendokumentasikan kondisi Sungai Citarum baik dari darat maupun udara, pada periode 2009 hingga 2012. Buku foto ini diharapkan dapat membawa pembaca menyusuri Sungai Citarum dari titik dimana mata air sungai ini keluar dari perut bumi di kaki Gunung Wayang hingga akhir perjalanannya di Laut Utara Jawa. | |||||
| |||||



Sekitar 30 warga Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung mengikuti kursus kepemimpinan yang bertemakan “Desa Untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati” yang diadakan di balai desa setempat, Selasa (28/5).
Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan merupakan salah satu kementerian pelaksana dari enam kementerian yang tergabung dalam Program Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu di Wilayah Sungai Citarum (ICWRMIP).
Hulu Ci Tarum dikenal di Gunung Wayang, pegunungan di selatan Bandung, dan dinamakan Cisanti. Cisanti merupakan suatu mata air yang airnya bergejolak keluar dari dalam tanah. Begitu besarnya mata air ini sehingga menggenang menjadi sebuah danau kecil yang dikenal dalam Bahasa Sunda sebagai situ. Namanya kemudian menjadi Situ Cisanti.
Seperti apa mata air Sungai Cidurian? Pertanyaan ini terus melekat dalam benak kami ketika melihat kondisi sungai Cidurian yang melewati Kota Bandung yang alirannya dipenuhi oleh sampah.
Sebagaimana peradaban manusia yang dibangun mengikuti aliran sungai, menyusuri Sungai Citarum dari titik awal Jembatan Haji Syukur di Majalaya menuju ke arah Kampung Kondang pun tidak berbeda (22/3/13). Sungai Citarum bagaikan menjadi saksi akan pergulatan hidup anak-anak manusia yang tinggal di tepiannya.
Sejak masuk pemberitaan salah satu jaringan televisi milik Amerika, CNN pada awal tahun 2010 lalu, Kampung Ciwalengke, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, mulai ramai masuk dalam pemberitaan media massa nasional akibat kualitas airnya yang buruk. Kampung Ciwalengke ini pun sering didatangi pengunjung dari luar, baik dari instansi pemerintah, mahasiswa, peneliti baik dari dalam dan luar negeri, wartawan hingga masyarakat umum yang ingin melihat kondisi kampung ini.
Secara administrasi, Kecamatan Majalaya masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Bandung. Kecamatan Majalaya luasnya 1.519,15 ha, terbagi dalam 11 desa, 35 dusun, 162 RW dan 606 RT. Penduduk Kecamatan Majalaya menurut survey tahun 2009 yaitu 36.397 kk atau 126.386 jiwa. (Sumber: Data Monografi Kecamatan Majalaya, 2009). Lebih dari separuh penduduk Kecamatan Majalaya bekerja sebagai buruh industri.
Bandung – Sebanyak 48 mahasiswa master dan dosen pendamping dari Hautes études commerciales de Paris (HEC) mengunjungi kantor Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) (12/4/13).
Bandung – Sarasehan bertema “Cikapundung Sabulang Bentor” diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Air Dunia 2013 di SMAN 1 area Dago Car Free Day Jl Ir.H Juanda, Kota Bandung, pada Hari Minggu, 31 Maret 2013. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan pelajar SMAN 1 Bandung dan 38 Komunitas Penggiat Sungai Cikapundung, didukung Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).
Bandung - Di hulu Sungai Citarum, Agus Liadin (35 tahun), petani Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung sudah lama mengetahui tentang masalah kotoran sapi yang dibuang langsung ke aliran Sungai Citarum. Potensi untuk memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk juga sudah ia ketahui. Namun, untuk bergerak melakukan sesuatu, Agus bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam kelompok Tani Taruna Mandiri masih kebingungan.
Bandung — Serupa dengan kebanyakan pemandangan bantaran anak-anak sungai lainnya yang mengalir melalui Kota Bandung, seruas Sungai Cidurian sepanjang 200 meter yang mengalir melalui RW 10, Sekemirung Kidul, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung tidak berbeda.
Bandung — Sebanyak 80 mahasiswa dari Lintas himpunan Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan kuliah lapang dengan mengunjungi hulu Sungai Citarum (02/03/13). “Tujuannya untuk menginformasikan kepada teman-teman mahasiswa ITB tentang permasalahan di sungai Citarum.
Keberadaan Sungai Citarum (Ci Tarum) tidak dapat di pisahkan dari perkembangan sejarah dan peradaban yang tumbuh di wilayah Jawa bagian Barat, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Situs-situs lain yang dekat dengan DAS Ci Tarum yang terdapat di Kabupaten Cianjur, di antaranya adalah situs Ciranjang dan Situs Gunung Padang. Kedua situs tersebut merupakan situs prasejarah tinggalan tradisi budaya megalitik.
Situs-situs jaman Hindu-Buddha, khususnya dari masa kerajaan Tarumanagara (abad ke-5 hingga abad ke-10) dan Kerajaan Sunda (abad ke-10 hingga abad ke-16), ditemukan di daerah Cekungan Bandung dan sepanjang DAS Citarum, mulai dari bagian hulunya di daerah Kabupaten Bandung hingga di bagian muaranya di daerah Kabupaten Karawang dan Bekasi. Beberapa situs penting dari jaman Hindu-Buddha tersebut di antaranya adalah (Djafar 2011; Widyastuti 2006).
Bandung - Penataan kota yang teritegrasi dengan sungai akan menciptakan budaya mencintai sungai, karena semakin mendekatkan kegiatan publik ke air maka manusia akan semakin menghargai air.
Bandung. Pada tanggal 21-23 Februari 2013, Program Pengelolaan Terpadu di Wilayah Sungai Citarum (ICWRMIP) akan menyelenggarakan Pameran Foto berjudul Aliran Kehidupan di Sungai Citarum. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Campus Centre Aula Timur ITB Jl Ganesha No 10 Bandung, mulai pukul 09.00 WIB - 17.00 WIB.
Saluran air selebar kurang dari setengah meter itu melintasi beberapa RT di Kampung Kali Kelapa, Desa Sukaluyu, Kabupaten Karawang. Air dari saluran kecil ini berasal dari Saluran Tarum Barat yang terletak sekitar 50 meter dari mulut gang kampung ini.
“Lihat, airnya deras, jernih dan air ini bisa langsung dimasak untuk diminum” Kata Acep tidak menutupi kebanggaannya saat membuka keran air dari Pengolah Air. Pembangunan Pengolah Air atau Water Treatment Plan (WTP) ini selesai pada bulan Oktober 2012 lalu di Kampung Kali Kelapa, Desa Sukaluyu, Kabupaten Karawang.
Dikelilingi oleh tumpukan plastik, Tia (39 tahun), Asri (24 tahun) dan Imah (35 tahun) tampak asik bekerja. Dengan lincah tangan-tangan mereka memotong bagian atas gelas dan meremukkan botol plastik lalu memisahkannya ke tumpukan berbeda. Ada tumpukan gelas dan botol plastik bekas kemasan minuman.

