Citarum Roadmap dan Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program (ICWRMIP) merupakan gambaran strategi, rencana dan pelaksanaan yang memetakan posisi saat ini dengan visi, hasil dan tujuan yang ingin kita capai di masa depan untuk pengelolaan terpadu sungai Citarum. Visi bersama untuk Citarum ini juga disebut sebagai CITA-CITARUM.
- Anak - anak Korban Banjir Ikuti Lomba Daur Ulang
- Bangunan Liar Di Tertibkan
- Kawasan Hijau Jawa Barat Baru Mencapai 29 Persen
- Pemprov Jabar dan Kalangan Industri Sepakat Bentuk Forum CSR
- Leisure Amazing Citarum Di Jajal Geotrek
- Penanganan DAS Citarum dan Banjir Dibawa dalam rapat Kerja Presiden
- Majalah PEDULI CITARUM Edisi April 2010
- Jala Apung dan Konflik Tata Guna Air di Jatiluhur
- 155 KK di Cieunteung Bertahan di Pengungsian
- Puluhan Tokoh Warga Datangi PJT II Jatiluhur
| CITARUM KNOWLEDGE CENTER | |||||
![]() | |||||
| |||||
| Warna-Warni Citarum di Majalaya
Laporan foto ini berisi informasi dan data kualitas air, lokasi industri (data BPLH Kab.Bandung) serta cerita kehidupan warga yang tinggal di tepi Sungai Citarum di Kecamatan Majalaya, juga dampak pencemaran air bagi Waduk Saguling yang dikelola oleh Indonesia Power. Laporan foto juga berisi peta dan hasil laboratorium uji air dan peraturan pemerintah terkait sumber daya air dan limbah. Selain itu laporan foto juga menampilkan proses menghadirkan air bersih bagi warga Kampung Ciwalengke, Desa Sukamaju, Majalaya, yang selama ini menggunakan air tercemar untuk kebutuhan sehari-hari. | |||||
![]() | Rancangan POLA Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai 6Ci, 2012
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Balai Besar Wilayah Sungai telah menyusun rencana Pola Pengelolaan Sumber Daya Air dengan basis wilayah Sungai (WS) 6 Ci (2009-2011). Pola pengelolaan SDA WS 6Ci ini merupakan kerangka dasar dalam merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan konservasi SDA, pendayagunaan serta pengendalian daya rusak air di WS 6 Ci. Walaupun WS 6 Ci telah dipecah menjadi WS Cidanau-Ciujung-Cidurian, WS Ciliwung-Cisadane dan WS Citarum, Pola Pengelolaan SDA WS 6 Ci ini harus disesuaikan lebih lanjut. | ||||
![]() | Rancangan POLA Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Citarum, 2012
Mengacu kepada Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai, ditetapkan bahwa Wilayah Sungai Citarum merupakan Wilayah Sungai Lintas Provinsi yang pengelolaannya harus tetap memperhatikan kebutuhan air baku ibukota Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Pola Pengelolaan Sumber Daya Air berbasis wilayah sungai ini bertujuan untuk menentukan langkah dan tindakan yang harus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan dengan mengoptimalkan potensi pengembangan sumber daya air, melindungi/melestarikan serta meningkatkan sumber daya air dan lahan. Kerangka dasar pengelolaan ini dilakukan terpadu antar sektor, antar wilayah dan antar berbagai pihak terkait dengan pengelolaan sumber daya air.
| ||||
| Citarum Stakeholders Analysis
Laporan konsultan Bantuan Teknis (Technical Assistance) Program ICWRMIP berisi identifikasi dan analisa keterlibatan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan Wilayah Sungai Citarum, peran apa yang dilakukan oleh masing-masing pemangku kepentingan berdasarkan tugasnya, koordinasi, kekuatan dari masing-masing pemangku kepentingan dalam kaitannya untuk mengoptimalkan fungsi pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air secara terpadu. Terdiri dari unsur pemerintah maupun non-pemerintah, baik di tingkat pusat, propinsi dan kabupaten. (Desember, 2010) | |||||
| Aliran Kehidupan di Sungai Citarum
Foto-foto dalam buku Aliran Kehidupan di Sungai Citarum merupakan bagian dari kegiatan dokumentasi visual dari program kegiatan Roadmap Program Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu di Wilayah Sungai Citarum (ICWRMIP) sejak pertengahan 2009 lalu. Menampilkan sekitar 100 foto karya berbagai fotografer yang mendokumentasikan kondisi Sungai Citarum baik dari darat maupun udara, pada periode 2009 hingga 2012. Buku foto ini diharapkan dapat membawa pembaca menyusuri Sungai Citarum dari titik dimana mata air sungai ini keluar dari perut bumi di kaki Gunung Wayang hingga akhir perjalanannya di Laut Utara Jawa. | |||||
| |||||



Sebagaimana peradaban manusia yang dibangun mengikuti aliran sungai, menyusuri Sungai Citarum dari titik awal Jembatan Haji Syukur di Majalaya menuju ke arah Kampung Kondang pun tidak berbeda (22/3/13). Sungai Citarum bagaikan menjadi saksi akan pergulatan hidup anak-anak manusia yang tinggal di tepiannya.
Sejak masuk pemberitaan salah satu jaringan televisi milik Amerika, CNN pada awal tahun 2010 lalu, Kampung Ciwalengke, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, mulai ramai masuk dalam pemberitaan media massa nasional akibat kualitas airnya yang buruk. Kampung Ciwalengke ini pun sering didatangi pengunjung dari luar, baik dari instansi pemerintah, mahasiswa, peneliti baik dari dalam dan luar negeri, wartawan hingga masyarakat umum yang ingin melihat kondisi kampung ini.
Secara administrasi, Kecamatan Majalaya masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Bandung. Kecamatan Majalaya luasnya 1.519,15 ha, terbagi dalam 11 desa, 35 dusun, 162 RW dan 606 RT. Penduduk Kecamatan Majalaya menurut survey tahun 2009 yaitu 36.397 kk atau 126.386 jiwa. (Sumber: Data Monografi Kecamatan Majalaya, 2009). Lebih dari separuh penduduk Kecamatan Majalaya bekerja sebagai buruh industri.
Bandung – Sebanyak 48 mahasiswa master dan dosen pendamping dari Hautes études commerciales de Paris (HEC) mengunjungi kantor Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) (12/4/13).
Bandung – Sarasehan bertema “Cikapundung Sabulang Bentor” diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Air Dunia 2013 di SMAN 1 area Dago Car Free Day Jl Ir.H Juanda, Kota Bandung, pada Hari Minggu, 31 Maret 2013. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan pelajar SMAN 1 Bandung dan 38 Komunitas Penggiat Sungai Cikapundung, didukung Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).
Bandung - Di hulu Sungai Citarum, Agus Liadin (35 tahun), petani Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung sudah lama mengetahui tentang masalah kotoran sapi yang dibuang langsung ke aliran Sungai Citarum. Potensi untuk memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk juga sudah ia ketahui. Namun, untuk bergerak melakukan sesuatu, Agus bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam kelompok Tani Taruna Mandiri masih kebingungan.
Bandung — Serupa dengan kebanyakan pemandangan bantaran anak-anak sungai lainnya yang mengalir melalui Kota Bandung, seruas Sungai Cidurian sepanjang 200 meter yang mengalir melalui RW 10, Sekemirung Kidul, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung tidak berbeda.
Bandung — Sebanyak 80 mahasiswa dari Lintas himpunan Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan kuliah lapang dengan mengunjungi hulu Sungai Citarum (02/03/13). “Tujuannya untuk menginformasikan kepada teman-teman mahasiswa ITB tentang permasalahan di sungai Citarum.
Keberadaan Sungai Citarum (Ci Tarum) tidak dapat di pisahkan dari perkembangan sejarah dan peradaban yang tumbuh di wilayah Jawa bagian Barat, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Situs-situs lain yang dekat dengan DAS Ci Tarum yang terdapat di Kabupaten Cianjur, di antaranya adalah situs Ciranjang dan Situs Gunung Padang. Kedua situs tersebut merupakan situs prasejarah tinggalan tradisi budaya megalitik.
Situs-situs jaman Hindu-Buddha, khususnya dari masa kerajaan Tarumanagara (abad ke-5 hingga abad ke-10) dan Kerajaan Sunda (abad ke-10 hingga abad ke-16), ditemukan di daerah Cekungan Bandung dan sepanjang DAS Citarum, mulai dari bagian hulunya di daerah Kabupaten Bandung hingga di bagian muaranya di daerah Kabupaten Karawang dan Bekasi. Beberapa situs penting dari jaman Hindu-Buddha tersebut di antaranya adalah (Djafar 2011; Widyastuti 2006).
Bandung - Penataan kota yang teritegrasi dengan sungai akan menciptakan budaya mencintai sungai, karena semakin mendekatkan kegiatan publik ke air maka manusia akan semakin menghargai air.
Bandung. Pada tanggal 21-23 Februari 2013, Program Pengelolaan Terpadu di Wilayah Sungai Citarum (ICWRMIP) akan menyelenggarakan Pameran Foto berjudul Aliran Kehidupan di Sungai Citarum. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Campus Centre Aula Timur ITB Jl Ganesha No 10 Bandung, mulai pukul 09.00 WIB - 17.00 WIB.
Saluran air selebar kurang dari setengah meter itu melintasi beberapa RT di Kampung Kali Kelapa, Desa Sukaluyu, Kabupaten Karawang. Air dari saluran kecil ini berasal dari Saluran Tarum Barat yang terletak sekitar 50 meter dari mulut gang kampung ini.
“Lihat, airnya deras, jernih dan air ini bisa langsung dimasak untuk diminum” Kata Acep tidak menutupi kebanggaannya saat membuka keran air dari Pengolah Air. Pembangunan Pengolah Air atau Water Treatment Plan (WTP) ini selesai pada bulan Oktober 2012 lalu di Kampung Kali Kelapa, Desa Sukaluyu, Kabupaten Karawang.
Dikelilingi oleh tumpukan plastik, Tia (39 tahun), Asri (24 tahun) dan Imah (35 tahun) tampak asik bekerja. Dengan lincah tangan-tangan mereka memotong bagian atas gelas dan meremukkan botol plastik lalu memisahkannya ke tumpukan berbeda. Ada tumpukan gelas dan botol plastik bekas kemasan minuman.
Perilaku hidup sehat diajarkan sejak usia dini baik di rumah ataupun sekolah. Tidak terkecuali di SDN 04 Pekayon Jaya di Kota Bekasi. Di sekolah ini ada pelajaran kesehatan lingkungan bagi siswa-siswanya.
Desa Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi adalah salah satu desa dampingan Kementerian Kesehatan dalam melaksanakan program Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu di Wilayah Sungai Citarum (ICWRMIP).
Kampung Leuwi Bandung, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuh Kolot, ikut dihebohkan oleh datangnya air yang dalam sekejap menggenangi desa pada 22 Desember 2012 lalu. Letak desa yang berada di muara sungai Cikapundung dan bersisian dengan aliran Citarum, membuat tempat ini mendapat limpasan air dari dua sisi. Menurut Jatmiko (22), warga RT 01 RW 01 yang ikut menjadi anggota karang taruna desa, biasanya datang air bisa diperhatikan. Naik secara bertahap.
Meski tidak dikatakan yang terbesar, namun banjir yang terjadi pada 25 Desember 2012 lalu, menurut data pos banjir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, telah merendam 13.496 rumah di tiga kecamatan, yakni Rancaekek, Baleendah dan Dayeuh Kolot. Jumlah keseluruhan warga yang terkena dampak mencapai 17.259 KK atau 57.803 jiwa.

