Indonesia   |    English   

Paseh dan Kertasari Rawan Erosi

Galamedia. Senin, 05 maret 2012

http://www.klik-galamedia.com/index.php?id=201203051006451

PASEH,(GM)-
Kawasan hutan di hulu Sungai Cisungalah dan Sungai Berecek di Gunung Jugul, Salasih, Berecek, dan Gunung Cibentang, Desa Loa, Kec. Paseh, dan wilayah Kertasari, Kab. Bandung, kondisinya kritis. Kondisi fisik lahan hutan milik pemerintah dan kawasan pertanian milik masyarakat tersebut, berpotensi menimbulkan erosi.

Berdasarkan penelusuran "GM", Minggu (4/2), lahan kritis tersebut berada di bagian kaki Gunung Jugul. Lahan milik warga itu berbatasan dengan areal hutan yang dikelola pemerintah.

Menurut Ajid, salah seorang petani di kawasan Berecek, para petani umumnya mengelola lahan hutan milik pemerintah untuk dijadikan lokasi penanaman pohon kopi, dengan sistem bagi hasil. "Sharing penghasilannya 70:30 persen, 70 persen untuk petani selaku penggarap, sisanya untuk pemerintah," katanya.

Untuk mengantisipasi kerawanan erosi dan banjir lumpur yang berasal dari lahan pertanian sayur di kawasan Kertasari, sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait harus melakukan pertemuan dengan para petani setempat. Sebab, selama belum ada sinergi antara petani sayur dengan upaya penanggulangan erosi dan banjir lumpur di kawasan tersebut, wilayah itu selamanya akan mengalami banjir lumpur setiap memasuki musim hujan. "Langkah pertamanya harus mendengar masukan dari para petani," kata anggota DPRD Kab. Bandung, Aep Saefulloh.

Eep menambahkan, dampak dari erosi dan banjir lumpur bisa menimbulkan pendangkalan dan penyempitan Sungai Citarum. Pasalnya, kawasan Kertasari merupakan bagian dari hulu Sungai Citarum. Sehingga dampak erosi dan banjir, imbasnya dirasakan pula oleh masyarakat yang ada di bawahnya seperti warga Kec. Ibun, Majalaya, Baleendah, dan Dayeuhkolot.

"Untuk menanggulangi persoalan lingkungan pun harus ada perubahan Perda tentang RT/RW. Karena perda yang ada saat ini, batas waktunya hanya sampai 2013 mendatang. Perubahan Perda RT/RW itu bisa atas dasar inisiatif atau ajuan DPRD yang disampaikan ke eksekutif," papar Aep.

Segera benahi

Karena itulah, untuk mengatasi berbagai persoalan lingkungan yang ada di hulu Sungai Citarum, harus segera dibenahi. Namun, sebelumnya harus dikakukan kajian terlebih dulu yang melibatkan dari perguruan tinggi dan beberapa SKPD.

"Termasuk Pemkab Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kota Bandung juga harus ikut andil. Pasalnya, ketiga pemerintahan itu masih berada di daerah aliran Sungai Citarum," ujarnya.

Aep juga mengaku siap dilibatkan untuk memonitor kondisi kerawanan lingkungan di kawasan Kertasari. "Penanganan lingkungan di Kertasari perlu dikomunikasikan dengan masyarakat petani yang selama ini bercocok tanam sayur-mayur," bilangnya.
(B.105)**