Mereka-reka Alternatif Solusi Yang Sesuai Untuk Penanganan Banjir
Solusi penanganan Wilayah Sungai Citarum dilakukan melalui pendekatan struktural dan nonstruktural serta sosio-kultural simultan hulu-hilir dengan sinergi multi sektor bersama masyarakat secara terintegrasi dalam wadah koordinasi badan strategis pengelolaan WS Citarum.
Pendekatan non-struktural meliputi manajemen hulu DAS, penataan ruang, pengendalian erosi dan alih fungsi lahan, perijinan pemanfaatan lahan, pemberdayaan masyarakat kawasan hulu, manajemen daerah rawan banjir, sistem peringatan dini ancaman dan evakuasi banjir, peningkatan kapasitas kelembagaan dan partisipasi masyarakat untuk penanggulangan banjir, pengendalian penggunaan air tanah, pengelolaan dan perbaikan kualitas air sungai.
Pendekatan struktural meliputi normalisasi sungai, tanggul penahan banjir, kolam penampungan banjir, sistem polder dan sumur-sumur resapan,pembangunan waduk dan embung, penyediaan prasarana air baku, pengembangan sistim penyediaan air minum dan air kotor, rehabilitasi jaringan irigasi, pengembangan pembangkitan tenaga listrik.
Sejak beberapa tahun lalu, sejumlah instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat berpartisipasi dalam serangkaian dialog yang menghasilkan Citarum Roadmap, yaitu suatu rancangan strategis berisi hasil identifikasi program-program utama untuk meningkatkan sistem pengelolaan sumber daya air terpadu dan memperbaiki kondisi di sepanjang Wilayah Sungai Citarum. Citarum Roadmap disusun melalui pendekatan yang komprehensif, multi sektor dan terpadu untuk memahami dan memecahkan masalah kompleks seputar pengelolaan air dan lahan di sepanjang aliran Citarum.
Rekomendasi penanganan WS Citarum meliputi aspek kelembagaan, sosial ekonomi dan budaya, pengawasan dan pengendalian serta rehabilitasi dan pemulihan.
A. Rehabilitasi dan Pemulihan
- Reboisasi dan rehabilitasi lahan kritis bersama pemangku kepentingan (multi-stakeholders) dengan sistem insentif.
- Pembelian lahan untuk memperluas lahan konservasi (land banking) dan pengembangan hutan koloni (Contoh : membeli lahan rakyat dengan dana deviden BUMN atau buat Citarum Conservation Fund).
- Optimalisasi pemanfaatan HGU terlantar lebih kurang 12.000 Ha terletak di hulu Sungai Citarum.
- Pembangunan sumur resapan di Citarum Hulu.
- Normalisasi Sungai Citarum hulu segmen Sapan - Nanjung dan 9 anak sungainya.
- Pembuatan 2 kanal banjir di Citarum Hulu (utara dan selatan).
- Rehabilitasi jaringan irigasi dan optimasi penggunaan air rigasi.
- Penataan kawasan permukiman dan industri di sempadan sungai.
- Pembentukan kawasan-kawasan pertumbuhan baru.
- Program operasi dan perbaikan keamanan bendungan.
B. Pengawasan dan Pengendalian
- Stop semua pembalakan di WS Citarum.
- Moratorium perizinan konversi lahan khususnya di daerah tampungan air.
- Larangan pertanian semusim di kelerengan lebih besar dari 30 persen.
- Penertiban pemanfaatan kawasan lindung.
- Penertiban garis sempadan sungai.
- Pengendalian limbah domestik, industri, peternakan dan pertanian.
- Pengendalian penggunaan air tanah, pembuatan sumur resapan dalam.
- Operasionalisasi kerjasama TNI dalam pelestarian lingkungan.
- Pembentukan satuan polisi lingkungan.
C. Sosial Ekonomi dan Budaya
- Alih mata pencaharian yang lebih kondusif bagi penduduk peladang di kawasan konservasi.
- Relokasi kawasan permukiman melalui pembangunan rumah susun.
- Revitalisasi permukiman akrab banjir.
- Relokasi industri secara selektif dan bertahap.
- Menghidupkan kembali nilai-nilai positif kearifan lokal.
- Orientasi pembangunan ke arah pedesaan.
D. Kelembagaan
- Pembuatan Rencana Induk Pengelolaan WS Citarum secara terintegrasi sebagai rujukan semua pihak.
- Penguatan kelompok dan kader masyarakat peduli lingkungan.
- Pembentukan Badan Strategis Rehabilitasi WS Citarum yang menangani pengelolaan WS secara terpadu.
- Kaji ulang pengaturan, dan penyusunan pengaturan, kebijakan, pedoman dan petunjuk pelaksanaan pengelolaan WS secara terpadu (seperti perizinan, tarif).
E. Pengembangan sarana dan prasarana sumber daya air dan prasarana lainnya
- Pengembangan prasarana sistim penyediaan air baku untuk air minum, industri.
- Pembangunan waduk-waduk, polder/retensi.
- Pengembangan prasarana sistim penyediaan air minum.
- Pengembangan prasarana sistim pengelolaan limbah domestik dan limbah industri.
- Pengembangan pembangkitan listrik tenaga air.
- Pengembangan sistim perencanaan terpadu dan penyusunan program, sistim informasi pengelolaan sumber daya air.
F. Data dan Informasi
- Pengembangan Sistem Informasi untuk dukungan pengambilan keputusan untuk pengelolaan sumber daya air terpadu di wilayah sungai Citarum.
- Meningkatkan monitoring untuk kualitas air sungai dan waduk-waduk, meningkatkan jaringan monitoring air tanah.
- Meningkatkan pengelolaan dan diseminasi data air dan sumber daya alam, benchmarking pengumpulan data sumber daya air dan pengelolanya.
- Mengembangkan laporan dan tahunan status dan kondisi WS Citarum.
Sumber: Dokumen Rencana Penanganan Terpadu Wilayah Sungai Citarum 2010-2025
Upaya Mendesak:
- Normalisasi Sungai Citarum dengan pengerukan dasar sungai sepanjang Sapan hingga Nanjung.
- Normalisasi 9 anak sungai Citarum (Cisangkuy, Citalugtug, Citarum, Ciputat, Citarik, Cikeruh, Cimande, Cikijing dan Cibeusi).
- Pembangunan 22 waduk dan kolam-kolam retensi di Cieunteung, Parunghalang dan Citepus.
- Konservasi di 7 Sub-DAS Citarum hulu.
- Pembenahan drainase lokal.
- Revitalisasi permukiman di bantaran sungai.
- Sosialisasi kepada masyarakat daerah rawan banjir untuk mewujudkan prinsip hidup harmoni bersama banjir.
- Relokasi perumahan di daerah rawan banjir.
Sumber: BBWS Citarum

Sumber: Paparan Rakor Gubernur Jawa Barat, Maret 2010
Tulisan ini merupakan bagian dari Laporan Foto Tantangan Banjir Sungai Citarum
http://www.citarum.org/knowledge_center/upload/document/Tantangan_Banjir_Citarum_26Mar2012.pdf


