Ketahanan Air dan Pangan Dalam Puncak Peringatan HAD 2012
Karawang. Rangkaian Peringatan Hari Air Dunia XX Tahun 2012 telah berakhir. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) menggelar acara Puncak Peringatan Hari Air Dunia Tahun 2012 yang bertemakan “Ketahanan Air dan Pangan” di Situ Cipule, Kabupaten Karawang (12/5/2012).
Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengingatkan bahwa air sebagai sumber kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan keberadaannya dalam penyediaan pangan. Saat ini baru sekitar 795,000 hektar sawah atau 11 % dari 7,23 juta hektar luas sawah beririgasi mendapat pasokan air dari waduk.
Keterangan foto: Panen padi secara simbolis oleh Menteri PU,
Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian, Perwakilan dari Propinsi Jawa Barat
“Sistem irigasi yang kita miliki saat ini, hampir separuhnya mengalami kerusakan ringan hingga berat dan memerlukan rehabilitasi” Kata Menteri Djoko Kirmanto.
Mewakili Menteri Pertanian, Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto mengatakan sasaran yang ingin dicapai pemerintah pada tahun 2014 adalah surplus beras 10 juta ton, atau setara dengan produksi padi sebanyak 79,50 juta ton.
Untuk itu Sumardjo Gatot Irianto mengajak para petani untuk menerapkan efisiensi air, menggunakan air sehemat mungkin, salah satu upayanya dengan menerapkan budidaya penanaman padi yang produktivitasnya tinggi, tetapi hemat air, misalnya dengan penanaman padi dengan metode SRI (System Rice Intensification).
Sistem Pengelolaan Irigasi
Sistem irigasi pengelolaannya merupakan tanggungjawab pemerintah pusat dan daerah. Sistem irigasi dengan luasan kurang dari 1000 hektar atau seluas 3,20 juta hektar menjadi kewenangan Kabupaten/Kota. Untuk irigasi dengan luasan 1000 – 3000 hektar dengan sistem irigasi lintas Kabupaten/Kota atau seluas 1,42 juta hektar menjadi kewenangan Pemerintap Propinsi. Sedangkan untuk luasan lebih dari 3000 hektar dan melintasi antar propinsi, kewenangannya dibawah Pemerintah Pusat.
Anggaran untuk irigasi tahun 2011 adalah Rp 2,28 Triliun. Anggaran ini meningkat menjadi Rp 3,64 Triliun yang terdiri dari pengembangan irigasi baru (Rp 1,56 Triliun), rehabilitasi (Rp 1,56 Triliun) serta operasi dan pemeliharaan irigasi (Rp 490 milyar). Untuk pengelolaan irigasi oleh pemerintah daerah, melalui APBN telah dialokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengelolaan irigasi.
Rangkaian Acara Hari Air Dunia

Keterangan foto: (atas) Pelepasan balon menutup rangkaian acara HAD 2012
Puncak Peringatan Hari Air Dunia XX di Situ Cipule ditandai pula dengan panen padi secara simbolis, pameran irigasi tepat guna untuk mengairi tanaman umbi-umbian dan buah-buahan yang penting kaitannya dengan diversifikasi pangan, penanaman pohon dan tabur benih ikan di kawasan Situ Cipule seluas 44,3 hektar.
Hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal (Dirjen) SDA Kementerian PU, Muhammad Hasan, Inspektur Jenderal Kementerian PU Basoeki Hadimoeldjono, Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, A Hasanudin dan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian PU, Kementerian Pertanian, Bupati Karawang Ade Swara, tokoh aktivis lingkungan Erna Witoelar dan seniman serta aktivis lingkungan Uli Sigar Rusadi serta kelompok petani dan masyarakat.
Rangkaian acara Hari Air Dunia ini dimulai sejak 22 Maret 2012 berisi rangkaian kegiatan antara lain aksi simpatik kampanye lingkungan, lokakarya dan seminar, dan pameran di Kementerian PU.
Sungai Citarum

Keterangan foto: Meninjau stan pameran BBWS Citarum
Berbicara mengenai ketahanan air dan pangan, terutama yang berada di Propinsi Jawa Barat, tidaklah dapat dilepaskan dari keberadaaan Sungai Citarum. Sungai Citarum dengan panjang 273 km melintasi 12 Kabupaten/Kota, merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Propinsi Jawa Barat, memiliki peran yang sangat strategis.
Tiga bendungan besar di Sungai ini yaitu Bendungan Cirata, Saguling dan Jatiluhur, selain sebagai sumber air baku, pembangkit tenaga listrik, juga berfungsi sebagai sumber irigasi. Sistem irigasi Jatiluhur dapat mengairi 240,000 hektar sawah di Wilayah Sungai Citarum.
Kondisi Sungai Citarum yang kritis saat ini membutuhkan upaya bersama dan terpadu untuk memulihkannya. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum melakukan rehabilitasi pengendalian banjir selama tahun 2011-2014 dengan anggaran Rp 1,3 Triliun.
Selain itu saat ini sedang dilakukan program pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu di Wilayah Sungai Citarum atau Integrated Citarum Water Resources Management and Investment (ICWRMIP) yang melibatkan enam Kementerian yaitu Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungah Hidup. Program ini mendapat dukungan dari Asian Development Bank (ADB) dan diharapkan dapat memulihkan kondisi wilayah Sungai Citarum lintas sektor secara terpadu.
Foto: Ng Swan Ti, Diella Dachlan/Dok.Cita-Citarum



