Indonesia   |    English   

Forum DAS Citarum Canangkan Go Citarum Gugah Bahaya Sungai Citarum

http://www.lensaindonesia.com/2012/06/13/gugah-bahaya-sungai-citarum.html

Rabu, 13 Juni 2012

LENSAINDONESIA.COM; Aliran sungai Citarum yang membentang dari Kabupaten Bekasi sampai Kab Bandung, hampir setiap hujan deras selalu meluap sehingga menyebabkan banjir. Hal ini disebabkan telah terjadinya penggundulan hutan dan banyaknya sampah sampah yang menghambat aliran air.

Untuk itu sebagai wujud kepedulian terhaadap lingkungan, Furum DAS Citarum pada Senin pagi, 18 Juni 2012, mendatang,  Koordinator wilayah  Kabupaten Bandung dibawah koordinator Agus Suherman, akan melakukan aksi nyata berupa penghijauan dan dialog di area hulu Sungai Citarum, Situ Cisanti – Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari.

Salah satu materi dialog yang akan dikupas-tuntas adalah fenomena PHBM – Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat dari Perhutani. Ini simpul penting masalah Citarum di hulu yang melibatkan ketidakbecusan pemerintah, dan pelibatan rakyat pada garapan tanah pertanian yang keliru.

“Problemanya tak akan pecah jika pembuat kebijakan dan investor masih kongkalikong. Salah kaprah dibidang pertanian, limbah domestic, peternakan, dan industry, di hulu dan hilir Citarum makin lama makin merebak. Kami kesal dengan situasi”, kata Uyud Sutisna, Wakil Ketua Panitia Go Citarum dengan geram saat di temui LICOM di wisata alam Santosa, barubaru ini.

“Kerjasama dengan pemerintah setempat Camat Kecamatan  Kertasari, Cep Azis, sudah baik. Tinggal pelaksanaannya saja. Anggaplah ini awal menuju program Go Citarum yang berakhir pada delapan Juli mendatang di Bandung”, kata Uyud Sutisna, wakil Ketua Panitia yang diamini Nana Sutisna selaku Sekertaris.

Olot dan Laskar Merah Putih
Gurita permasalahan Sungai Citarum sebagai 7 sungai terkotor di dunia dari tahun ke tahun, hari itu dibedah dari berbagai sisi. Gagasan yang muncul hari itu, diantaranya, Forum DAS Citarum akan bekerjasama lebih intens dengan ormas pro lingkungan, diantaranya dengan Laskar Merah Putih.

“Sepakat kami bekerjasama dengan mereka dan dibantu pula oleh para olot dari masyarakat adat tatar Sunda”, papar Eka Santosa usai para Korwil  Forum DAS Citarum dan Hendra, Ketua Markas Daerah Jabar menyepakati aksi ini.

Agenda aksi Forum DAS Citarum yang bertajuk Go Citarum setelah ke Cisanti (18/6) diantaranya melakukan, kunjungan ke bagian tengah Sungai Citarum (Purwakarta, 30/6), ke hilir Citarum (Bekasi, 5/7), aksi simpatik di Bandung dan Jakarta (25-26/6), pameran foto (6 – 8/7) di Alam Santosa Bandung, serta Lomba penulisan artikel selama Juni dan Juli, dengan puncak acara pada 8 Juli di Alam Santosa, Pasir Impun Bandung.  Khusus untuk aksi di ibukota Jakarta yang merupakan pemasok 80% air baku, panitia akan melakukan gugahan di Bundaran HI serta di depan Istana Negara.

Pemasangan baliho yang bertujuan menggugah masyarakata kepada nasib sungai Citarum akan dipasang pada 23 titik di sekitar Bandung. Poster, flyer, dan undangan bagi berbagai kalangan masyarakat pun akan disebar dalam beberapa hari ini. SEbuah posko peduli Citarum akan dibuka di jalan Dago 166. “Seluruh warga yang terketuk dengan nasib Citarum, silahkan datang ke posko ini”, tutur Eka Santosa yang mempersilahkan seniman dan budayawan, termasuk politisi dari partai apa pun berpartisipasi pada gerakan ini. (husein)

Editor: Catur Prasetya