Indonesia   |    English   

Delapan Kementerian "Keroyok" Penanganan Citarum Megaprojek Citarum Utamakan Hilir Demi Jakarta

Pikiran Rakyat, Jumat, 06/07/2012

http://www.pikiran-rakyat.com/node/194928

SOREANG,(PRLM).- Megaprojek untuk menangani Sungai Citarum bertajuk Integrated Citarum Water Resource Management Investment Program (ICWRMIP) akan meneruskan tahap 1 pembangunan sungai ini, dan melibatkan 8 kementerian dengan dikomandoi oleh Bappenas. Untuk tahap pertama yang dimulai dari 2008-2013 dirancang untuk memperbaiki sungai Citarum bagian hilir yang atau Tarum Barat akan dialirkan ke Jakarta.

"Memang projek ini dianggap lebih mengutamakan wilayah hilir, dan secara tidak langsung memang demikian, yakni untuk memperbaiki saluran Citarum di Tarum Barat karena di wilayah ini, wilayah yang sangat vital, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air di DKI Jakarta yang memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak," Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Bambang Prihartono di sela Rapat Sosialisasi Kebijakan Pembangunan di Dago Resort Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Kamis (5/7/12) petang.

Pada fase pertama ini, kata dia, mulanya program ICWRMIP dikomandoi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan mengoordinasikan kementerian lain yang terkait. "Namun, pada pelaksanaannya, ternyata Kementerian PU belum maksimal mengoordinasikan kementerian lain, karenanya, mulai dikomandoi oleh Bappenas," ujarnya.

Sementara itu Wakil Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, untuk fase pertama ini, dana yang digulirkan sebesar 50 juta dolar AS dengan projek di wilayah hilir.

Selain itu, untuk fase pertama ini, memfokuskan pada beberapa hal yakni pemberdayaan masyarakat, koordinasi lintas sektoral, penanganan bencana, pengelolaan sumber daya air hingga perlindungan lingkungan.

"Fase pertama ini sudah mulai di review. Nantinya, review ini menentukan langkah seperti apa yang akan dilakukan pada fase kedua dan selanjutnya. Kalaupun pada review fase pertama ini banyak ditemukan kendala, kendala-kendala tersebut akan dilakukan pada fase kedua," ujarnya.

Dan dengan banyaknya protes dari Kepala Daerah dan LSM karena program ini lebih mengedepankan wilayah Citarum, ia menegaskan bahwa awalnya proyek raksasa ini adalah hanya untuk memperbaiki Citarum bagian hilir atau Tarum Barat, ternyata menurutnya bagian hulu juga perlu diperbaiki tidak hanya infrastruktur saja, namun hutan, saluran irigasi, kehigienisan lingkungan, dan pengelolaan sumber daya air perlu diperbaiki.

Sebelumnya, terkait penganganan Citarum yang lebih dilakukan di wilayah hilir, saat penanaman pohon di Kecamatan Pangalengan, Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengkritik hal tersebut. Ia mengatakan, seharusnya normalisasi Sungai Citarum jangan mengutamakan wilayah hilir karena permasalahannya sendiri berada di wilayah hulu.

"Seharusnya, dana untuk normalisasi Sungai Citarum ini bisa sisihkan paling tidak satu persen saja untuk wilayah hulu, jangan semuanya disalurkan ke wilayah hilir," ujarnya. (CA-08/A-88)***