Indonesia   |    English   

Beri Tohari: Sang Petani Muda

Berbeda dari teman-teman sebayanya di Karawang yang memiliki bayangan menjadi karyawan dan buruh pabrik, cita-cita Beri Tohari membuatnya sering ditertawakan. Cita-citanya yaitu menjadi Petani. “Buat apa jadi petani? Sudah kerjanya capek, susah, kalau panen gagal makin bangkrut, gak keren lagi” biasanya hal ini yang dikatakan oleh teman-temannya.

Masyarakat Sehat, Sejahtera Meningkat

“Senang rasanya jika masyarakat bisa hidup lebih sehat, pasti kesejahteraan mereka juga akan meningkat”. Demikian angan-angan yang disampaikan oleh Siti Aisyah yang lebih akrab disapa dengan Ai, salah seorang Community Facilitator Team (CFT) ketika ditemui di sela-sela kegiatannya mendampingi masyarakat Desa Pasir Tanjung Kabupaten Bekasi.

Keterangan foto: Para Fasilitator pendamping masyarakat di Kabupaten Bekasi,

Pak Djajadi: Tidak Kenal Pensiun untuk Lingkungan

Bencana membawa hikmah. Peristiwa jebolnya tempat pembuangan akhir Leuwigajah tahun 2006 benar-benar menggugah H.Djajadi (67 tahun) warga dan ketua RW 4 Kelurahan Manjalega, Kecamatan Rancasari.

Ibu Suryati: Kisah Pemulung di Cikapundung

Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat rekor terbesar untuk kegiatan Kukuyaan terbesar yang dilaksanakan di Sungai Cikapundung, Jawa Barat, pada hari Minggu, 19 Juni 2011. Kukuyaan dalam bahasa Sunda berarti kura-kura. Kegiatan Kukuyaan ini dikenal sebagai kegiatan mengalun di sungai menggunakan ban dalam dan kedua tangan mengayuh seperti layaknya kura-kura.

Pak Sutar: Selaras Dengan Alam

Sebagaimana para petani pada umumnya, meningkatkan hasil produksi panen adalah sebuah dambaan. Tidak terkecuali Pak Sutar, (60 tahun) warga desa Ratawangi, Ciamis, Jawa Barat.

Tahun 1960, Pak Sutar dan para petani di desanya hanya mampu menghasilkan dua kuintal beras setiap masa penennya untuk lahan seluas sekitar 1000 meter. Saat itulah awal mulanya Pak Sutar merasa “geregetan”.

Ibu Ita Purwanti : Upaya Menggagas Perubahan

Selama ini Ibu Ita mengaku sangat prihatin dengan sampah yang dibuang ke sungai. Bukan hanya mengenai limbah industri yang seringkali dibuang ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu, tetapi juga limbah rumah tangga yang juga berkontribusi cukup besar dalam pencemaran sungai.

Teteh Iwa: Kekuatan yang Tak Henti Mengalir

Jika Anda berkunjung ke kampung Ciwalengke desa Sukamaju, Kabupaten Bandung, maka tidak akan susah menemukan rumah Teh Iwa. Akan ada saja warga yang bersedia menunjukkan, bahkan mengantarkan ke rumah beliau kepada Anda.

Deni Riswandani : Komitmen untuk Lingkungan

Rumah Deni Riswandani di Majalaya, bertetangga langsung dengan pabrik-pabrik industri di kotanya. Jika polusi suara masih dapat ditolerir, namun bagi Kang Deni, panggilan akrabnya, tidak demikian halnya dengan limbah yang mengakibatkan pencemaran yang seringkali dibuang sebagian pabrik industri itu langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu.

Sunardhi Yogantara: Reconnecting People with Their River

Sunardhi Yogantara atau yang akrab dipanggil Pak Yoga ini bukan warga asli Desa Sangkanhurip. Pindah ke desa ini pada tahun 1980-an, Pak Yoga bercerita bahwa Sungai Citarum yang berada dekat dengan tempat tinggalnya masih sering dijadikan warga sebagai tempat mengambil air, mencuci dan mandi.

Anang Maghfur, Petani Merangkap Fotografer Hajatan

“Bapak, pelatihan itu tujuannya hanya membuka wawasan. Sekolah sebenarnya ya di sawah. Jadi kalau Bapak menemukan hal-hal baru,
baik permasalahan atau pemecahannya, jangan lupa kami diberitahui.

Kata Pak Anang Maghfur (34 tahun), Pelatih dan Konsultan Pendamping SRI, di depan anggota Gapoktan Mitra Tani Desa Girimukti.