Air Merah Pekat, Limbah Industri Cemari Sungai Citarum

http://korankota.co.id/index.php/web/berita/NUSANTARA/4586/air-merah-pekat-limbah-industri-cemari-sungai-citarum

AIR Sungai Citarum di aliran Dusun Babakan Bandung, Kelurahan Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, Jawa Barat, berwarna merah pekat diduga akibat tercemar limbah industri. Pihak Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Karawang akan memanggil pimpinan PT. Pindodeli yang diduga membuang limbah ke aliran sungai.

Pemanggilan dilakukan karena pencemaran diduga dilakukan oleh perusahaan tersebut. Alasannya, air sungai yang tercemar itu tepat berada di aliran bekas pembuangan limbah cair PT Pindodeli. Temuan ini berdasarkan kunjungan atau inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pihak BPLH Kabupaten Karawang di dekat drainase pabrik tersebut, Minggu (13/4/2014).

Perubahan warna air Sungai Citarum itu semula diketahui oleh Muslim (42), warga setempat. Muslim yang saat itu hendak memancing ikan dikejutkan oleh kejadian yang terjadi pada warna air sungai itu.

"Saya langsung membatalkan untuk memancing. Melihat air sungai berwarna merah pekat, saya jadi ketakutan. Apalagi juga tercium baru busuk menyengat," lanjut Muslim.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pihak BPLH Kabupaten Karawang. Tak menunggu lama, sejumlah petugas BPLH Karawang, langsung mendatangi lokasi bersama anggota LSM Forkadas-C untuk melakukan pengecekan air sungai.

Meski hasil penelitian contoh air sungai tersebut belum diketahui, namun pihak BPLH langsung mengarahkan kecurigaannya pada PT Pindodeli.

"Indikasi awal, pencemaran ini ada kaitannya dengan PT. Pindodeli. Namun kami belum bisa memastikan karena kami harus melakukan pengujian contoh air di labolatorium. Kecurigaan ini didasari atas sumber air berwarna merah pekat ini berasal dari saluran bekas pembuangan PT Pindodeli," ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) BPLH Karawang Neneng Junengsih, di lokasi, Minggu.

Berbekal kecurigaan, pihak BPLH Karawang mendatangi perusahaan yang lokasinya sekitar 600 meter dari aliran sungai yang tercemar. Pihak BPLH pun langsung melakukan sidak dan mendapati limbah cair berwarna merah pekat dalam air pembuangan di drainase pabrik tersebut.

"Ini sudah pelanggaran. Harusnya, air yang mengalir di drainase pabrik berwarna bening, bukan merah seperti ini," kata Neneng.

Menurut dia, hal ini belum dikaitkan dengan temuan aliran Sungai Citarum di Babakan Bandung yang berwarna merah pekat.

"Kami masih memerlukan waktu untuk mendapatkan kebenaran atas keterkaitan indikasi pencemaran tersebut. Jika nanti ditemukan ada kaitannya, maka izin operasional perusahaan tersebut akan dicabut," kata Neneng.

Sementara itu, Staf di Bagian Pengelolaan Lingkungan PT. Pindodeli Sardiman membantah perihal indikasi pencemaran air di aliran Sungai Citarum Babakan Bandung, Adiarsa, dilakukan oleh perusahaannya.

"Kami sudah lama tak menggunakan saluran pembuangan (limbah) di Babakan Bandung. Aliran pembuangan sudah kami pindahkan ke pipa pembuangan baru yang dialirkan ke daerah Gorowong," kata Sardiman.

Aliran Sungai Citarum di Dusun Babakan Bandung, Kelurahan Adiarsa, Kecamatan Karawang Barat, mendadak berubah warna menjadi merah pekat yang disertai bau busuk, pada akhir pekan lalu. Perubahan warna itu diduga karena tercemar limbah industri. O snc/rud