Tebing Sungai Citarum Ambrol, Ancam 50 Rumah Warga

http://www.jawapos.com/read/2016/03/21/21605/tebing-sungai-citarum-ambrol-ancam-50-rumah-warga

Senin, 21 Maret 2016

JawaPos.com - Tebing penahan sungai (TPS) di aliran sungai anak Citarum Desa Cilampani, Kecamatan Katapang, Bandung, Jawa Barat, ambrol. Tidak ada korban jiwa namun 50 warga di RW 12 terancam kena longsoran tebing.

Perangkat desa setelempat melakukan kordinasi dengan aparat kepolsian untuk memberikan garis polisi agar warga tak sembarang bermain di lokasi sekitar kejadian.

"Kami memang telah melaporkan kejadian ini pada Sabtu(12,3) lalu. Amblasnya tebing ini akibat hujan. Wilayah kami juga banjir sekitar 300 KK di kampong Murci," terang Toni Kadus yang juga perangkat Desa Cilampeni ini.

Ambrolnya TPS itu, kata dia, sangat mengancam warga. Semantara bantuan dari pemerintah Kabupaten Bandung melalui dinas Sumber daya Alam dan Pertambangan Energi (Sdape) Kabupaten Bandung hanya berupa 500 buah karung.

Maksudnya agar dibikinkan penahan dari tanah yang dimasukkan ke dalam karung bantu itu. "Kami juga kaget kenapa hanya ini. Padahal yang kami butuhkan adalah tindak lanjut antisipasi," tegas Toni.

Ambrolnya bangunan itu diduga akibat derasnya aliran sungai Citarum. Pohon bamboo yang luasnya mencapai ukuran 4x4 meter itu terbawa aliran sungai. Suara gemuruh sungai yang membawa tanah itu membuat seorang warga di bekalang sungai itu khawatir.

Apar (50) warga setempat mengaku degdegan saat banjir dan air sungai di belakang rumahnya itu mulai kembali naik. Apalagi, dia telah menjadi korban abrasi dan ambrolnya TPS di sungai itu.

Sehingga dia minta kepada aparat desa untuk melakukan upaya agar amblasnya tanah itu tidak membuat warga yang sama sama menjadi korban. "Rumah saya itu hanya bangain dapurnya saja yang mulai terancan. Karenanya saya berharap kepada pihak berwenang untuk melakukan upaya penyelamanatan ini," kata Apar.

Aparat kepolisian memberikan garis polisi untuk memberikan batas agar masyarakat tak menyentuk lokasi yang sudah labil tersebut. Sehingga jika ada lagi hujan dan sungai kembali penuh dengan air hujan, warga tetap selamat.

"Kami memberikan garis polisi ini untuk memberikan peringatan kepada warga demi keselamatannya. Karena loaksi tiu sudah rawan dan bias dikatakan berbahaya. Makanya kami memberikan police line di lokasi amblasnya tanah," kata Kompol TriWaluyo Kapolsek Katapang. (gun/yuz/JPG)