Konsultasi Dengan Warga Tarum Barat di Karawang

Rehabilitasi Saluran Tarum Barat, sepanjang 54,2 km, dari Bendung Curug (Kabupaten Karawang) hingga Bendung Bekasi (Kota Bekasi), merupakan bagian dari kegiatan tahap pertama Program Pengelolaan Sumber Daya Terpadu di Wilayah Sungai Citarum (ICWRMIP).

Tujuan utama proyek rehabilitasi ini adalah untuk meningkatkan penyediaan air bersih dan sanitasi untuk keluarga-keluarga di sepanjang saluran, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperbaiki pasokan air untuk Jakarta.
Dari desain awal saluran pada tahun 2008, lebar area yang akan dibebaskan adalah 6 meter dari tanggul tepi saluran di sebelah kanan dan kiri.  Hasil survei tahun 2008 yang dilakukan berdasarkan desain awal tersebut, diketahui bahwa akan ada 20 aset milik instansi pemerintah dan 872 rumah tangga yang akan terkena dampak proyek.(Buklet Informasi Publik)

Keterangan foto: Desa Pinayungan di sisi Saluran Tarum Barat

Karena draft Rencana Pemukiman Kembali tahun 2008 baru didasarkan pada rancangan teknis awal dari proyek rehabilitasi Saluran Tarum Barat, maka harus dilakukan pembaharuan terhadap draft rencana tersebut berdasarkan pada rancangan teknis pekerjaan konstruksi yang final Sosialisasi dan Konsultasi Warga

Sejak pertengahan tahun 2011 lalu, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC)  bersama-sama dengan Kelompok Kerja Pemukiman Kembali (KKPK)  yang  dibentuk di setiap kabupaten/kota dan dibantu oleh tim konsultan melakukan pembaharuan Rencana Pemukiman Kembali. Pembaharuan  dilakukan dengan melakukan pendataan ulang dan konsultasi  terhadap warga  terkena dampak yang berada di area 3 – 8 meter dari tepi saluran serta para pemangku kepentingan terkait.

Sosialisasi ulang tentang proyek dan  pendataan dilaksanakan di tiga kabupaten/kota yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi pada bulan November 2011  lalu dan dilanjutkan dengan  survey pendataan ulang  terhadap aset warga yang terkena proyek dan kondisi sosial ekonominya  hingga pertengahan Januari 2012.  Kegiatan dilanjutkan dengan konsultasi melalui diskusi kelompok  warga terkena dampak  dalam rangka mendapatkan berbagai masukan dan usulan skema penanganan dampak .

Keterangan foto: (atas) Pertemuan dengan warga di Desa Karang Ligar

Di Kabupaten Karawang, pertemuan kelompok  dilakukan sejak pertengahan Januari 2012 yang melibatkan 14 desa di  Kecamatan Ciampel, Kecamatan Teluk Jambe Timur dan Kecamatan Teluk Jambe Barat. Konsultasi dibantu oleh tim fasilitator - Lembaga Pengembangan Masyarakat (LPM) Equator, dan dihadiri juga oleh pemerintah daerah setempat, KKPK, BBWSC sebagai pelaksana program rehabilitasi dan Asian Development Bank (ADB) sebagai lembaga pemberi bantuan.

“Fungsi kami sebagai fasilitator adalah menampung aspirasi dari masyarakat terkena dampak, saling berbagi informasi dan pemikiran untuk mencari alternatif-alternatif penanganan dampak” kata Rimun Wibowo,  Ketua Tim Fasilitator dalam proses konsultasi tersebut.

Beberapa Aspirasi

Dalam diskusi kelompok di Desa Sirnabaya, Kecamatan Teluk Jambe Timur (Selasa, 14/2/2012) di kantor Desa Simabaya, sekitar 38 warga hadir pada sesi pagi dan siang dan juga dihadiri oleh pemerintah desa dan perwakilan Bappeda.

“Kami minta agar warga bisa menghadiri pertemuan seperti ini agar kita bisa berdiskusi dan menghindari salah paham di kemudian hari” himbau Nuryadi, Sekretaris Desa Sirnabaya,

Dalam pertemuan tersebut, warga dibagi dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan besaran dampak yang akan dialami; kelompok warga yang harus pindah, warga yang bangunannya hanya terkena sebagian dan tidak pindah, dan kelompok perempuan.

Keterangan foto:  Ketika diskusi kelompok perempuan memilih untuk berada dalam satu kelompok

“Saya sudah lama menempati tanah negara. Dulu lapak saya berukuran 2x3 meter, hanya saya pakai untuk jualan, tapi sekarang istri dan anak saya ikut tinggal di sini. Saya inginnya kalau pindah tidak jauh-jauh dari lokasi ini, karena saya tetap mau berjualan buah. Kalau beternak saya mau, tapi saya tidak punya modal untuk beli kambingnya” Kata Dade Sugiri, warga desa Sirnabaya.

“Dari hasil pengukuran beberapa waktu lalu , kalau saya dan tetangga-tetangga di sini, sebagian besar hanya akan terkena pohon atau bagian pagar” Kata Ibu Supriatin dari Desa Karang Ligar pada pertemuan di Kantor Desa Karang Ligar (Rabu, 16/2/2012).

Sedangkan sebagian lain warga desa Karang Ligar yang hadir pada pertemuan tersebut juga ada yang terkena sebagian bangunan dan warung tempat usahanya.


“Intinya saya sih mendukung sekali perbaikan saluran ini, syukur-syukur bisa ditata dan ada tamannya, biar rapi dan bagus kayak di luar negeri” Kata Ricardo, warga desa Pinayungan (14/2/2012). Dari hasil pendataan,  bangunan rumah Ricardo akan terkena dampak.

Ricardo dan keluarganya, berasal dari Sumatera Utara dan sudah tinggal di  Saluran Tarum Barat sejak tahun 1992. “Saya inginnya tetap disini. Kalaupun pindah jangan jauh-jauh dari tempat sekarang. Kalau tidak usah pindah, tapi renovasi saja akan lebih baik lagi” kata Ricardo.

“Sebagai pemerintah, tentunya kami inginnya menegakkan peraturan, apalagi tanah ini adalah tanah negara. Tapi tentu saja dalam prakteknya, kami juga tidak ingin semena-mena. Mereka ini warga kami, dan Insya Allah, dengan pertemuan-pertemuan seperti ini, kita sama-sama bisa mencari jalan keluarnya.” Kata Aria Zulkarnain, Staf Bappeda Kabupaten Karawang.

Keterangan foto: Ricardo, warga desa Pinayungan

Hasil  survey dan pendataan ulang serta diskusi kelompok akan digunakan KKPK (Resettlement Working Group) dengan dibantu oleh Tim Konsultan untuk menyusun Program Penanganan Orang Terkena Dampak . Tujuan program tersebut adalah untuk  memastikan bahwa tingkat atau kualitas kehidupan warga terkena dampak tidak lebih buruk dibandingkan dengan kondisi sebelum kegiatan rehabilitasi dilakukan. 

Sosialisasi dan pertemuan kelompok warga terkena dampak di Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi rencananya akan dilakukan pada akhir Februari hingga bulan Maret 2012.

Konsultasi lanjutan dengan warga dan para pemangku kepentingan  di tiga kabupaten/kota akan masih dilakukan untuk mematangkan rancangan program.