Air dan Ketahanan Pangan: Hari Air Dunia 2012

Jakarta. Tanggal 22 Maret merupakan Peringatan Hari Air Dunia (HAD) yang diperingati di berbagai negara di dunia. Tema tahun 2012 ini mengusung “Air dan Ketahanan Pangan”.

Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan aksi kampanye publik untuk mendukung pesan hari air ini. Aksi kampanye publik ini dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta (22/3/2012) diikuti oleh ratusan orang terdiri dari para pejabat dan staf Kementerian PU, lembaga swadaya masyarakat, aktivis lingkungan dan para pelajar.
 

 

 

 

Dalam aksi yang dimulai sejak pukul 10 pagi, para peserta kampanye publik membagi-bagikan bunga, stiker dan mengusung pesan-pesan yang mendukung kelestarian air dan ketahanan pangan.

Keterangan foto: Ully Sigar Rusady, artis, musisi dan aktivis lingkungan ikut membagikan bunga dan
pesan lingkungan kepada para pengendara mobil yang melintas

 

 

 

 

Yayat Yuliana, Koordinator dan staf BBWSC mengatakan bahwa BBWSC sangat mendukung upaya-upaya yang berkaitan dengan pemeliharaan, konservasi dan perbaikan sumber air, khususnya di Wilayah Sungai Citarum yang meliputi 12 kabupaten dan kota di Propinsi Jawa Barat.

“Keberadaan Sungai Citarum sebagai sungai terbesar di Jawa Barat dan salah satu sungai strategis nasional sangat penting sebagai penyedia air baku, pembangkit listrik di Jawa Bali serta untuk irigasi lahan pertanian seluas 420,000 hektar” Kata Yayat. “Kami (BBWSC)  sebagai bagian dari Kementerian PU sangat mendukung upaya-upaya yang selaras dengan tema Hari Air Dunia tahun 2012 ini yaitu air dan ketahanan pangan, yang sangat sejalan dengan fungsi strategis Sungai Citarum.” Yayat menegaskan.
 

Keterangan foto: Musisi ikut meramaikan aksi kampanye publik dengan lagu-lagu bertema pelestarian lingkungan.

 

 

Mengingat pentingnya keberadaan Sungai Citarum, pin “Save Citarum” terlihat dikenakan oleh sebagian peserta aksi simpatik hari itu.

 

 

 


Keterkaitan Air dan Pangan

Statistik menyebutkan rata-rata konsumsi air per orang adalah sekitar 2 hingga 4 liter per hari dan konsumsi ini berkaitan erat dengan makanan yang kita konsumsi.
Terkait dengan produksi pangan, konsumsi air dapat diilustrasikan sebagai berikut, kebutuhan air untuk memproduksi 1 kilogram gandum adalah sekitar 1,500 liter, tapi produksi 1 kilogram daging sapi akan membutuhkan 15,000 liter air atau 10 kali lipatnya.

Food and Agriculture Organization (FAO), salah satu Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa menuliskan bahwa pada abad ke 20, ketika populasi dunia telah mencapai dua kali lipat, pertanian memproduksi pangan dua kali lipat pula dan konsumsi pangan negara-negara berkembang meningkat hingga 30 persen.
Irigasi pertanian mewakili 20 persen dari total lahan pertanian pangan di dunia dan berkontribusi untuk menghasilkan 40 persen dari total hasil pangan yang diproduksi di seluruh dunia. Hal ini pun mengakibatkan 70 persen dari sumber air dunia digunakan untuk irigasi, dimana pertanian di negara-negara berkembang menggunakan sebanyak 85 hingga 95 persen dari sumber airnya untuk pertanian.

Ketika efisiensi irigasi meningkat,  FAO memprediksi lahan irigasi di negara-negara berkembang akan meningkat sekitar 27 persen antara tahun 2030, sedangkan air yang digunakan untuk irigasi hanya akan meningkat sekitar 12 persen.

Dengan efisiensi air dan pengolahan lahan yang tepat, maka manusia akan dapat menghemat air tetapi meningkatkan produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan, karenanya teknologi dan inovasi tepat guna serta ramah lingkungan akan terus diperlukan dalam masa mendatang.

Tulisan: Diella Dachlan/Foto: Ng Swan Ti/Dok. Cita-Citarum