Sinkronisasi Roadmap Citarum dengan Perencanaan Daerah

Jakarta.   Workshop Sinkronisasi Roadmap Wilayah Sungai Citarum dengan Perencanaan Daerah dilaksanakan di Jakarta pada Hari Rabu (28/3/12).  Workshop ini diselenggarakan oleh tim Roadmap Coordination Management Unit (RCMU) ICWRMIP, diikuti oleh  Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah, serta 12 perwakilan dari pemerintah Kabupaten/Kota di Wilayah Sungai Citarum.

Workshop ini dilakukan berkaitan dengan Penyusunan Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD), untuk mengidentifikasi kegiatan pemerintah daerah (Kota dan Kabupaten) yang relevan ikut membantu mengurangi atau memperbaiki kerusakan yang terjadi di Wilayah Sungai Citarum.

 

 


Atlas, Agenda dan Aturan Main

Moderator dan panel pembicara dalam sesi paparan Prioritas Penanganan Citarum

Citarum Roadmap bertujuan untuk memetakan masalah dan peluang di WS Citarum, merumuskan konsep-konsep pengembangan strategis dan terpadu serta memobilisasi para pemangku kepentingan di tingkat lokal, propinsi dan nasional.
Untuk tujuan ini, dalam workshop ini tim Roadmap Citarum (RCMU) juga memperkenalkan konsep Atlas, Agenda dan Aturan Main (Triple-A) yang akan diterapkan dalam program pemulihan terpadu di WS Citarum.

Atlas berisi data dan informasi relevan yang akan dikumpulkan secara sistematis, Agenda mencocokkan dan mensikronisasikan strategi, rencana dan program. Sedangkan mekanisme koordinasi kepentingan antara para pemangku kepentingan akan dijabarkan melalui Aturan Main.

Diharapkan melalui Aturan Main ini dapat menggambarkan mekanisme partisipasi para pemangku kepentingan dalam perencanaan, investasi dan implementasi yang efektif.

Periode penyusunan Triple-A ini akan dilakukan Tim RCMU pada periode bulan Maret hingga akhir Mei 2012.
Mewakili Kepala Bappeda Propinsi Jawa Barat, Ibu Linda mengatakan bahwa Pemerintah Propinsi Jawa Barat melihat penanganan pengendalian kerusakan yang terjadi di Sungai Citarum sebagai prioritas.

“Pada periode 2010-2015, Pemerintah Propinsi Jawa Barat akan memprioritaskan penanganan banjir dan peningkatan kualitas air, selain itu juga akan fokus untuk konservasi dan rehabilitasi hutan dan lahan “ Kata Ibu Linda.

Para peserta, dihadiri oleh perwakilan 13 kabupaten kota, Pemprov Jabar dan 6 Kementerian.

Sedangkan untuk Rencana Penanganan Terpadu Wilayah Sungai Citarum Tahun 2010-2025 pendanaannya telah diprogramkan melalui beberapa program, antara lain Integrated Citarum Water Resources Management and Investment Program (ICWRMIP), Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP) dan  Rehabilitation of Upper Citarum Urgent Flood Control.


“Ini adalah era dimana pengelolaan sungai tidak lagi menjadi tanggung jawab hanya pemerintah pusat, terutama ketika kita dihadapkan oleh isu-isu yang lintas sektoral dan membutuhkan penanganan dan kerjasama lintas sektoral juga dari tingkat pusat hingga daerah dan melibatkan para pemangku kepentingan lainnya. “ Kata  Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas sekaligus Kepala RCMU, Ir. M.Donny Azdan, MA. MS, PhD.

“Sudah saatnya kita berhenti bicara dan fokus pada permasalahan Sungai Citarum, dan saatnya untuk bertindak.  Di forum ini adalah tempat kita akan bicara program, kegiatan, angka, timeline, siapa melakukan apa. Kita harus menjadikan saat ini lebih baik daripada sebelumnya”.

Hasil dari workshop ini akan menjadi bahan koordinasi dan sinkronisasi sebagai masukan pada forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah pada periode Maret-April 2012.