Gambaran Umum Sungai Cikapundung

Sungai Cikapundung, sungai sepanjang 28 kilometer ini, melintasi 11 kecamatan di tiga kabupaten kota, yaitu  Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Daerah hulu Sungai Cikapundung terletak di daerah Cigulung dan Cikapundung, Maribaya, (Kab. Bandung Barat). Sedangkan bagian tengah termasuk Cikapundung Gandok dan Cikapundung Pasir Luyu (Kota Bandung). Sungai Cikapundung bermuara di Sungai Citarum di Bale Endah (Kab.Bandung) dan menjadi salah satu dari 13 anak sungai utama yang memasok air untuk Sungai Citarum.

Sungai Cikapundung memiliki luas daerah tangkapan di bagian hulu sebesar 111,3 km², di bagian tengah seluas 90,4 km² dan di bagian hilir seluas 76,5 Km². Jumlah penduduk yang berdomisili di DAS Cikapundung mencapai 750.559 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk tertinggi berada di Kelurahan Tamansari 28.729 jiwa. (Data BPLH Kota Bandung).

Sungai Cikapundung di kanan kirinya “dikepung” oleh bangunan. Sebagian besar bangunan yang merupakan permukiman berada langsung di bantaran sungai. Data BPLH Kota Bandung menyebutkan ada sekitar 1,058 rumah yang berada dekat dengan bantaran Sungai Cikapundung. Hampir seluruhnya membuang limbah langsung ke sungai. Karenanya sungai Cikapundung ini menerima limbah lebih dari 2,5 juta liter setiap harinya, yang sebagian besar berasal dari limbah rumah tangga.

Pemanfaatan Sungai Cikapundung
Sungai Cikapundung dalam pemanfaatannya, berfungsi sebagai (1) drainase utama pusat kota; (2) penggelontor kotoran dan pembuangan limbah domestik maupun industri sampah kota; (3) objek wisata Bandung (Maribaya, Curug Dago, kebun binatang dll); (4) penyedia air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung yang membangun instalasi penyadapan di Dago Pakar, Dago, dan di Badak Singa; (5) pemanfaatan energi yang dikelola oleh PT Indonesia Power-Unit Saguling yang mendirikan instalansi di PLTA Bengkok dan PLTA Dago Pojok, serta (6) sebagai sarana irigasi pertanian, namun seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kota, instalasi tersebut tidak berfungsi secara efektif. (Sumber: Efektivitas Kelembagaan Partisipatoris di Hulu Daerah Aliran Sungai Citarum, Siti Halimatusadiah)

Hulu Sungai Cikapundung juga merupakan sumber air baku bagi penduduk Bandung. PDAM Tirtawening Kota Bandung mengolah sekitar 2,700 liter air per detiknya. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dago Pakar mengolah sekitar 600 liter air yang disuplai dari Bantar Awi. Sedangkan IPA Badak Singa mengolah 400 liter air/detik dari intake Dago Bengkok.

Selain air minum, Sungai Cikapundung juga memiliki pembangkit listrik tenaga air.  Tenaga listrik dihasilkan dengan memanfaatkan kekuatan gravitasi air dari air terjun atau arus air. Pembangkit listrik tenaga air di Sungai Cikapundung ini dibangun di Jaman Pemerintah Belanda pada tahun 1923. Ada dua pembangkit yaitu di Bengkok (3 x 1050 KW) dan Dago (1x 700 KW).

Menurut data PSDA Jawa Barat, Sungai Cikapundung juga digunakan untuk irigasi, terutama di Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

Data Sungai Cikapundung
Sub DAS Cikapundung, Luas area: 43.439,04 Ha, Lahan kritis: 3.865 ha
Run-off: 529,5 juta m3/thn, Sedimentasi: 1.023.347 ton/thn
(Sumber: Paparan Rakor Pemerintah Jawa Barat April 2010)

Di Kota Bandung meliputi 7 Kecamatan yaitu  (1) Kecamatan Cilengkrang, (2) Kecamatan Cidadap (3) Kecamatan Coblong (4) Kecamatan Bandung Wetan (5) Kecamatan Cicendo (6) Kecamatan Sumur Bandung (7) Kecamatan Regol dan Lengkong (8) Kecamatan Bandung Kidul.

Kabupaten Bandung Barat meliputi Kecamatan Lembang dan di  Kabupaten Bandung meliputi (1) Kecamatan Dayeuh Kolot dan (2) Kecamatan Cimenyan.

Tulisan ini merupakan bagian dari Laporan Foto Sejuta Asa Untuk Cikapundung (Download, PDF, 40MB).
Laporan foto berisi data, peta dan kompilasi kegiatan masyarakat dan pemerintah terkait dalam penanganan Sungai Cikapundung.