Score-Card Untuk Memantau Citarum

Salah satu upaya dalam mengukur tingkat keberhasilan upaya pemulihan Sungai Citarum adalah dengan melakukan kegiatan pemantauan dan pengawasan secara intensif. Bappenas melalui  kegiatan Independent Monitoring and Evaluation (IME) Citarum dibawah koordinasi Roadmap Coordination Management Unit (RCMU) Integrated Citarum Water Resources Management & Investment Program (ICWRMIP) menggunakan metode Score-Card sebagai alat yang secara mudah digunakan untuk memantau kondisi Sungai Citarum hingga mengukur keberhasilan dari program intervensi yang telah dilakukan.
Keterangan foto: Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Purwakarta

Serangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkenalkan dan mensimulasikan metode Score-Card telah dilakukan beberapa waktu yang lalu di enam Kabupaten/Kota di Wilayah Sungai Citarum yaitu Kabupaten Bandung, Purwakarta, Karawang, Bandung Barat, Bekasi dan Kota Bandung. Kegiatan ini difasilitasi oleh masing-masing Bappeda Kabupaten/Kota dan dihadiri oleh jajaran SKPD terkait serta para pemangku kepentingan. Harapannya adalah ada peran aktif dan rasa memiliki dari daerah terhadap apa yang akan mereka lakukan untuk mendukung upaya pemulihan Sungai Citarum. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari penyusunan Citarum Score Card secara global yang telah selesai dilakukan sebelumnya.

Sekilas Mengenai Citarum Score-Card.
Secara mudah “Score Card” digambarkan sebagai sesuatu yang serupa dengan raport, didalamnya juga terdapat berbagai indikator penilaian. Mengapa “Score Card” ini dianggap penting? “Score card dipilih sebagai suatu metode monitoring dan evaluasi karena dapat menggambarkan kondisi Wilayah Sungai Citarum secara periodik serta memberi informasi yang lengkap dan cepat bagi para pemilik kepentingan”, demikian penjelasan Sudar Atmanto dari tim konsultan IME pada acara FGD di Kabupaten Karawang (27/06/13). Selain itu, dengan diketahuinya status penilaian kondisi lingkungan Sungai Citarum diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan untuk berupaya lebih dalam mendukung pemulihan Citarum.

Dalam penilaian Score Card terdapat lima aspek yang digunakan sebagai parameter, yaitu aspek kondisi fisik Sungai Citarum, Kondisi Sosial Ekonomi dan Demografi, Kinerja Kelembagaan, Kinerja Penanganan Sumber Daya Air Terpadu serta Kinerja Program Roadmap. Ketersediaan data yang  rinci dan lengkap dibutuhkan sebagai dasar dalam penentuan status kelima aspek tersebut. Dengan terintegrasinya informasi dan data dasar yang tertuang dalam Score Card, dapat dijadikan sebagai dasar dalam mengevaluasi kinerja yang sudah dilaksanakan dan menentukan rencana aksi yang perlu diupayakan.


Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Bekasi

Score Card Untuk Kabupaten/Kota
Dari hasil penilaian yang sudah dilakukan, kondisi Sungai Citarum secara keseluruhan dianggap belum memadai dan hanya mencapai nilai index 1.6 (angka untuk kondisi terbaik adalah 4). Kondisi fisik wilayah Sungai Citarum mendapatkan nilai yang paling rendah yaitu 1, Kinerja Aspek Kelembagaan 1.3, Kinerja Penanganan Sumber Daya Air Terpadu 1.3, Kinerja Program Roadmap 1.8, sedangkan Kondisi Sosial Ekonomi dan Demografi walaupun mendapatkan index penilaian tertinggi yaitu 2.4 namun masih dikatagorikan dalam klasifikasi sedang.

Namun disadari, bahwa penilaian secara global untuk seluruh Wilayah Sungai Citarum tidak dapat merepresentasikan masing-masing kondisi di wilayah sungai. Untuk itu penyusunan Citarum Score Card ini juga akan dilakukan masing-masing untuk 12 Kabupaten dan Kota lainnya di Wilayah Sungai Citarum. Sebagai tahap pertama di lakukan di 6 Kabupaten/Kota yang mewakili wilayah hulu hingga hilir Citarum. Rangkaian kegiatan FGD ini adalah sebagai salah satu langkah awal untuk mengenalkan apa itu Citarum Score Card dan menyusun agenda kegiatan berikutnya yaitu mengintegrasikan dan memperbaharui data yang sudah dikumpulkan oleh tim konsultan IME.

Sambutan antusias diberikan oleh pemerintah daerah, ”Kami mendukung kegiatan ini dan siap untuk membantu ketersediaan data yang dibutuhkan”, demikian ujar Dindin Rachmadhy, S.Sos, MM, Kepala Bidang Prasarana dan Tata Ruang, Bappeda Kab. Karawang. Pendapat senada juga disampaikan oleh Agus Hartawan dari Dinas Cipta Karya Kabupaten Bandung Barat pada kegiatan FGD di Kabupaten Bandung Barat (2/7/13), “Score Card ini diharapkan dapat menilai seberapa banyak upaya perbaikan yang harus dilakukan untuk memulihkan Sungai Citarum”. Dalam kesempatan yang sama, Dudi Achadiat dari tim Konsultan IME juga mengharapkan agar Score Card ini dapat disusun dan disepakati bersama oleh berbagai pihak dan dapat diperbaharui secara berkala. “Yang lebih penting lagi adalah agar Score Card ini dapat diakses secara mudah, untuk itu diperlukan dukungan dan peran dari media untuk dapat mensosialisasikan dan mempublikasikan kepada khalayak yang lebih luas”, tambah Dudi.
Sebagai upaya tindak lajut, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan diadakannya  final workshop pada bulan Oktober 2013 untuk pembahasan hasil score card di tiap Kabupaten/Kota secara lebih lengkap dan detail.
 


Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Bandung Barat

 


Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Karawang

 


Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Bandung