Kampanye KEHATI di Hulu Citarum

Bandung – Melalui Program Citarum Watershed Management and Biodiversity Conservation (CWMBC), Kementerian Kehutanan melaksanakan Kampanye Publik Keanekaragaman Hayati (KEHATI) di Hulu Sungai Citarum, yang berlokasi di kampus Universitas Padjadjaran, Dipatiukur Kota Bandung pada 27-28 November 2013. Acara ini diisi berbagai kegiatan antara lain lokakarya, seminar serta pameran. Selain itu juga dilakukan lomba karya tulis pengembangan konsep bisnis konservasi inovatif untuk mahasiswa. Acara ini dihadiri oleh pejabat dan staf di lingkungan Kementerian Kehutanan, pelaksana program ICWRMIP dari 6 Kementerian, Pemerintah Propinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten, kelompok masyarakat dampingan dan kelompok masyarakat, mahasiswa dan masyarakat umum.

“Program CWMBC ini dilakukan melalui pendanaan hibah sebesar USD 3,75 juta sejak tahun 2010 hingga tahun 2013” kata  Ir. Sonny Partono, MM, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Ditjen PHKA) Kementerian Kehutanan dalam sambutannya di Kampus UNPAD (27/11/13). “Tujuannya untuk mendukung upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di 8 kawasan konservasi di hulu DAS Citarum serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan konservasi, di antaranya dengan pendekatan model desa konservasi dan skema pembayaran jasa lingkungan”.

Sonny juga menekankan pentingnya peranan Pemerintah Daerah Jawa Barat untuk mengkoordinasikan upaya pelestarian dan pengelolaan di DAS Citarum. Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dengan pemerintah kabupaten untuk pengembangan 12 Model Desa Konservasi di  di 5 kabupaten wilayah kerja Program CWMBC di Propinsi Jawa Barat.

Kepala BBKSDA Jawa Barat, Dr.Joko Prihatno mengatakan “Harapannya dengan pendekatan ekonomi dan konservasi ini, kawasan-kawasan hutan konservasi ini tidak hanya menjadi cost center saja, tetapi juga bisa menjadi profit center bagi upaya konservasi keanekaragaman hayati”.

Keterangan foto : (atas) penandatanganan pengembangan model konservasi (bawah) pemberian plakat penghargaan dari Kementerian Kehutanan kepada perwakilan dari ADB dan Pemerintah Propinsi Jawa Barat.

Data dan Pengelolaan Informasi Kawasan
Pelaksanaan kegiatan-kegiatan CWMBC dibagi dalam 5 komponen utama, yaitu: (1) Pengembangan GIS/MIS dan Survei Kehati, (2) Pengembangan Proyek Pilot Restorasi Ekosistem, (3) Pengembangan Pembiayaan Berkelanjutan Bagi Kawasan Hutan Konservasi melalui Pembayaran Jasa Lingkungan (Payment for Environmental Services), (4) Pengarusutamaan Konservasi Keanekaragaman Hayati dalam Lanskap Produksi dan (5) Manajemen Proyek.

Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), manajemen informasi ini sudah dikembangkan untuk mengelola database antara lain untuk perjumpaan dengan satwa, gangguan hutan, pemetaan, sosial ekonomi dan monitoring. “Kami akan terus mengembangkan sistem informasi ini. Bahkan database pendaki dan kuota pendakian juga sudah terintegrasi dalam sistem ini. Manajemen data dan informasi akan sangat membantu untuk monitoring dan pengambilan keputusan” Kata Ir.Herry Subagijadi, MsC, Kepala TNGGP.

Implementasi Program CWMBC pada DAS Citarum ini juga mendukung program-program besar yang telah dicanangkan oleh Kementerian Kehutanan, seperti One Billion Indonesia Tree/OBIT, Moratorium Perijinan Baru pada Kawasan Gambut dan Hutan Alam, serta Komitmen Indonesia untuk mereduksi Karbon sebesar 26 % (atau 41 % dengan intervensi internasional).

Teks: Diella Dachlan, Foto: Deden Iman/Dok.Cita-Citarum

  

** Program CWMBC merupakan Sub-komponen 4.2 dari proyek Integrated Citarum Water Resource Management Investment Program yang dibiayai oleh dana hibah Global Environment Facility (GEF) melalui Asian Development Bank (ADB).  Pelaksanaan program ini termasuk dari 9 kegiatan dalam Tahap 1 Program ICWRMIP (2009-2014). Tiga pelaksana proyek CWMBC  dibawah Dirjen PHKA Kementerian Kehutanan, yaitu: (1) Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung (Dit KKBHL); (2) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan (3) Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), dengan dibantu oleh tim konsultan.

Artikel Terkait:
Kegiatan Ekonomi dan Pendidikan di Seputar Kawasan Konservasi
http://www.citarum.org/node/1404

TN Gunung Gede Pangrango dalam Program Citarum Terpadu
http://www.citarum.org/node/1403

Tentang Program Hibah Kementerian Kehutanan ICWRMIP
http://www.citarum.org/node/1326

Kunjungan Kerja ke Cagar Alam Gunung Tilu
http://www.citarum.org/node/1349

Model Desa Konservasi di Pangalengan
http://www.citarum.org/node/1328