Proses Fasilitasi Pembukaan Rekening

Karawang - "Bapak ini asetnya yang terkena dampak yaitu teras seluas 5 meter persegi dan 1 pohon, apakah betul Pak?. Kalau betul, silahkan tandatangan disini untuk pembukaan rekening di bank" kata Retno fasilitator kepada Bapak Romli, warga Kp Ciherang, Desa Wadas Kabupaten Karawang (26/12/13).

Bapak Romli adalah salah satu dari 24 Rumah Tangga Terkena Dampak (RTD) di Desa Wadas, yang sudah terdata pada survey pembaharuan data Rehabilitasi Saluran Tarum Barat (STB) pada periode November 2011-Maret 2012.  Proses fasilitasi pembukaan rekening bank di Desa Wadas dan desa lainnya di Kabupaten Karawang, antara lain, dilaksanakan pada 26 Desember 2013 yang lalu. Sedangkan untuk Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi akan menyusul selanjutnya.

Proses ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan  Pelaksanaan Rencana Permukiman Kembali untuk Rehabilitasi Saluran Tarum Barat (STB) yang masih terus dilakukan. Program ini merupakan salah satu kegiatan dalam Program ICWRMIP Tahap 1.  Pelaksana Proyek berada dibawah Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

Sebelum fasilitasi pembukaan rekening bank RTD, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi untuk harga satuan dan mekanisme penanganan dampak STB pada tahun 2013 lalu. Selanjutnya, rangkaian lokakarya persiapan pelaksanaan rehabilitasi STB yang dilakukan bersama pemerintah pusat dan tiga pemerintah daerah, yaitu pemerintah Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, telah dilaksanakan pada pertengahan Desember 2013 lalu (Lihat Artikel Terkait).  Proses fasilitasi pembukaan rekening dan pembayaran aset terkena dampak  dilakukan pada periode Desember 2013 hingga Maret 2014.


Keterangan foto: Proses fasilitasi pembukaan rekening warga Kp Ciherang, Desa Wadas Kabupaten Karawang (26/12/13).

Pembukaan Rekening Bank
Rumah Tangga Terkena Dampak (RTD) yang sudah terdata dan diverifikasi,  diundang untuk  pembukaan rekening dan menandatangani berita acara untuk besaran luas dan jumlah aset yang terkena dampak. Mereka harus membawa kartu identitas (kartu keluarga asli dan fotokopi KTP).

"Proses ini tidak boleh diwakili, RTD terdata harus datang sendiri. Misalnya suaminya tidak bisa hadir untuk menandatangani pembukaan rekening, maka istri yang mewakili harus dibuatkan surat kuasa dan tandatangan di atas matere" kata Ahmad Febriani, fasilitator konsultan tim Resettlement.

Misalnya dalam kasus Ibu Isem, warga Kampung Ciherang, Desa Wadas. Ketika proses pembukaan rekening di desanya (26/12/13), suaminya sedang bertugas di laut, sehingga tidak dapat datang menghadiri. Oleh fasilitator, ibu Isem dibuatkan surat kuasa yang nantinya harus ditandatangani setelah suaminya kembali bertugas.

Keterangan foto: Fasilitator memberikan contoh surat pernyataaan bagi RTD yang mewakilkan kehadirannya pada keluarganya dalam proses pembukaan rekening.

Bagi RTD yang datanya sudah sesuai dan jelas, maka akan menandatangani berita acara dan proses pembuatan rekening untuk pembayaran kompensasi bisa dilakukan.
Di Kampung Ciherang, Desa Wadas, misalnya. Dari 24 RTD, 18 RTD datanya sudah jelas dan bisa mengikuti proses selanjutnya yaitu pembayaran kompensasi. Sedangkan 6 RTD lagi perlu diverifikasi ulang atau menunggu surat kuasa.

Artikel terkait:
Rangkaian Sosialisasi Rehabilitasi Saluran Tarum Barat
http://www.citarum.org/node/1421

Rehabilitasi Saluran Tarum Barat
http://www.citarum.org/node/1400

Hasil Pendataan Ulang Saluran Tarum Barat
http://www.citarum.org/node/1139

Konsultasi Dengan Warga Tarum Barat di Karawang
http://www.citarum.org/node/1053

Pembangunan Siphon Bekasi
http://www.citarum.org/node/1186