Prioritas Penanganan 20 Kilometer Hulu Citarum

Pertemuan koordinasi dan sinkronisasi untuk pembenahan di hulu Citarum dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Bandung (17/01/14). Rapat ini dihadiri oleh 6 Kementerian yang tergabung dalam Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program (ICWRMIP) dan perwakilan dari Asian Development Bank (ADB). Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Direktur Bina PSDA, Direktur Bina Program Kementerian Pekerjaan Umum, Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan dan Direktur Utama Perum Jasa Tirta 2.

Salah satu visi Pemerintah Jawa Barat adalah Citarum Bersih 2018. “Hal ini perlu fokus dan prioritas penanganan.  Kita mulai dari 77 kilometer pertama, yaitu dari Situ Cisanti hingga Waduk Saguling, namun prioritas penanganan dan fokus pertama di Tahun 2014 ini kita arahkan ke wilayah hulu Citarum yaitu sepanjang 20 kilometer” Kata Ahmad Heryawan.

Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan membahas penanganan hulu Citarum yang dilakukan pada tanggal 2 Januari 2014 di Bandung dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Direktur Bina PSDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas serta instansi terkait di lingkungan Propinsi Jawa Barat.

Struktural, Non-Struktural dan Kultural
Seluruh program terkait penanganan di 20 kilometer pertama hulu Sungai Citarum diidentifikasi dan dikoordinasikan oleh Bappeda Propinsi Jawa Barat dan BPLHD Propinsi Jawa Barat.  Dari hasil identifikasi didapat bahwa ada 90 kegiatan yang dilakukan oleh berbagai instansi baik melalui Pemerintah Pusat dengan dana APBN, Pemerintah Propinsi dan Kabupaten melalui dana APBD, juga dari dana CSR, yang diharapkan dapat segera dilakukan pada tahun anggaran 2014 ini. Total dananya yaitu sekitar Rp 56.5 Milyar.

“Kita akan memadukan upaya penanganan struktural yaitu dengan pembangunan fisik, non-struktural dan kita harus memastikan juga ada pembangunan kultural di sepanjang aliran Sungai Citarum, misalnya dengan perubahan perilaku masyarakat agar tidak lagi membuang sampah dan limbah ke sungai. Kita akan bekerjasama dengan seluruh pihak, termasuk swasta, komunitas, akademisi dan masyarakat” kata Ahmad Heryawan.

Selanjutnya Ahmad Heryawan mengatakan bahwa pihaknya sudah mengidentifikasi adanya sekitar 71 industri di sepanjang aliran 20 kilometer Citarum yang membutuhkan penanganan khusus terkait pembuangan limbah.

“Di Indonesia, konsep terpadu dan holistik ini baru pertama kalinya diterapkan di Wilayah Sungai Citarum” Kata Dr. Hasanudin,ME, Direktur Bina Program Kementerian Pekerjaan Umum. “Pertama kalinya ada 6 Kementerian yang terpadu dalam satu program untuk pemulihan Sungai Citarum melalui ICWRMIP. Semoga dapat membantu dan bekerjasama sinergi dengan Pemerintah Propinsi dan Kabupaten, bahu membahu memulihkan Citarum”. Selanjutnya Hasanudin menambahkan, “Ke depan, pembangunan kita harus mengacu pada konsep Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sesuai dengan amanat PP no 15 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang”.

 

 
Keterangan foto: Suasana pertemuan koordinasi dan sinkronisasi Hulu Citarum yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat (17/01/13)

 

Konteks Citarum 20 Kilometer
Pada pertemuan ini, masing-masing kementerian yang tergabung dalam ICWRMIP mendapatkan kesempatan untuk memaparkan secara singkat perkembangan programnya, baik dalam konteks program ICWRMIP maupun di luar program dengan menggunakan dana APBN. Misalnya yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, dalam konteks pemulihan di 20 kilometer daerah hulu Citarum.  Di Kecamatan Kertasari, Kementerian Kesehatan ICWRMIP bekerja di 2 desa yaitu Desa Tarumajaya dan Desa Cibeureum untuk membangun sarana air minum, pusat daur ulang sampah dan sanitasi komunal.

Demikian pula dengan Bappenas melalui Tim Komunikasi Citarum, telah melakukan pendataan dan dokumentasi, juga kegiatan uji coba yang bekerja sama dengan komunitas dan warga di Aliran Citarum 10 Kilometer. Hasilnya akan dipublikasikan melalui  Dokumen Aliran Citarum 10K (Identifikasi Potensi, Tantangan dan Rencana Kerja) yang diharapkan dapat menjadi referensi dan membantu pekerjaan seluruh pihak yang akan bekerja di hulu Citarum.

Melalui Program Hibah, dalam konteks aliran 20 kilometer, Kementerian Kehutanan melalui BBKSDA Propinsi Jawa Barat sedang melakukan pendampingan untuk Model Desa Konservasi di Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari.

Sedangkan BBWSC, melalui dana APBN sudah mengalokasikan untuk membangun 40 cek dam pengendali sedimen di Kecamatan Kertasari dan Kecamatan Pacet pada tahun 2014 ini. Selain itu BBWSC dalam konteks pemulihan di aliran 20 kilometer Citarum juga akan membantu untuk melakukan operasi dan pemeliharaan Situ Cisanti dan Sungai di Citarum Hulu, membuat perencanaan penyediaan air baku pedesaan, pemasangan pos curah hujan serta pemberdayaan masyarakat untuk melindungi dan melestarikan sumber daya air.

“Pemulihan Sungai Citarum membutuhkan koordinasi multi-pihak, kami siap membantu dan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk mewujudkan visi Citarum Bersih” kata Ir Adang Saf Ahmad, CES, Kepala BBWSC, yang juga merupakan Ketua Program Coordination Management Unit (PCMU) ICWRMIP.


Keterangan foto: Gubernur dan jajaran Pemerintah Propinsi Jawa Barat berfoto bersama 6 kementerian ICWRMIP dan ADB