Setelah ICWRMIP: Tambahan 53 Ribu Hektar Padi SRI

Selama periode 2010-2014, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian telah melakukan pengembangan penanaman padi dengan System Rice Intensification (SRI) seluas 56.960 hektar di 3 Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang.

Keterangan foto: Pendamping petani di Desa Telagamulya, Kec.Telagasari Aming Bunyamin menunjukkan padi SRI (31/01/2012)

Hal ini disampaikan oleh Dra Kartining Saddewi Budi, M.Si, Kepala Seksi Identifikasi dan Analisis Subdit Optimasi Lahan dalam pertemuan koordinasi Integrated Citarum Water Resources Management and Investment Program  (ICWRMIP) di Bandung (15/01/14).

“Selama periode 2009 hingga 2011, Kementerian Pertanian dalam Program ICWRMIP telah melaksanakan pengembangan SRI seluas 3,000 hektar di Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang. Namun, setelah program ini selesai, melalui dana APBN, Kementerian Pertanian menambah 53.960 hektar tambahan di 3 kabupaten tersebut pada periode 2011 hingga 2014” kata Saddewi. Menurut Saddewi, dalam periode tersebut, total lahan SRI yang ditanam di Indonesia pengembangannya mencapai 400.000 hektar.

Kementerian Pertanian juga telah mempersiapkan Project Completion Report (PCR). Laporan ini berisi ringkasan seluruh kegiatan Kementerian Pertanian sub-komponen 2.1 Pengelolaan Lahan & Air Melalui Penanaman Padi Metode SRI. Selain itu di dalam laporan ini terdapat penilaian dampak, baik dampak ekonomi dan sosial. (Download laporan: Project Completion Report SRI ICWRMIP 2013).

Pola penanaman padi dengan metode SRI adalah budidaya padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara. Kelebihan penanaman padi metode SRI antara lain adalah hemat bibit, produksi panen tinggi, berbasis kearifan lokal dan hemat air irigasi. Pada SRI organik, pengolahan lahan menggunakan bahan-bahan alami, menghemat penggunaan pupuk kimia, sehingga dapat memperbaiki kesuburan tanah.

Dari hasil pengukuran penerapan teknologi SRI terhadap pendapatan petani adalah tingginya produksi padi dibandingkan dengan pola penanaman konvensional, sehingga petani memperoleh pendapatan yang lebih besar. Selain itu, petani mendapat keuntungan lebih besar jika memproduksi sendiri kompos dan mikroorganisme lokal untuk pupuk.

ALOKASI SRI di 3 KABUPATEN: ICWRMIP dan APBN 2010-2014

 TAHUN  KARAWANG  SUBANG  BANDUNG  KETERANGAN
 2010  1.350  1.000  650  ICWRMIP
 2011  80  80  100  APBN
 2012  9.000  5.000  1.000  APBN
 2013  15.000  7.500  3.500  APBN
 2014  7.500  4.700  500  APBN
 TOTAL  32.930 ha  18.280 ha  5.750 ha  APBN + ICWRMIP
 APBN  31.580 ha  17.280 ha  5.100 ha  APBN

Total pengembangan SRI 56.960 hektar di 3 Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang. Sumber: Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, 2014


Keterangan foto: (kiri) Dr.Ir.H Sumarjo Gatot Irianto, MS, DAA, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian
secara simbolis melakukan panen padi di Desa Tanjung Tiga- Subang (13/9/2011)


Program SRI ICWRMIP
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) merupakan salah satu dari 6 kementerian pelaksana program ICWRMIP yang pendanaannya didukung melalui dana pinjaman dan hibah oleh Asian Development Bank (ADB).

Kegiatan ICWRMIP sub komponen 2.1 ini merupakan salah satu kegiatan Tahap 1 ICWRMIP dengan melakukan pengembangan padi metode System Rice Intensification (SRI) seluas 3,000 hektar di tiga Kabupaten di Jawa Barat selama periode 2009-2011.

Selain penanaman padi dengan metode SRI, kegiatan lainnya yaitu: (1) Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) (2) Pengembangan usaha tani padi organik metode SRI, dengan komponen: Training of Trainer (TOT) bagi pendamping, sosialisasi tingkat petani, pelatihan di kelas bagi petani, sekolah lapang, bantuan benih, pendampingan, studi banding, sosialisasi tingkat kabupaten, workshop di  tingkat propinsi dan nasional serta supervisi (3) Pengembangan rumah kompos (4) Pengadaan barang, yaitu pengadaan sapi, alat pengolahan pupuk organik (APPO) dan kendaraan roda tiga.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 7,500 petani, yang tergabung dalam 150 kelompok tani, Pelaksanaan Program SRI ICWRMIP Kementerian Pertanian dilakukan di 3 Kabupaten, 12 Kecamatan dan 48 desa dengan perincian sebagai berikut:

  1. Kabupaten Karawang, luas lahan: 1.350 ha, 68 kelompok tani:
    (1) Kec Kutawaluya, 3 desa (2) Kec Rengasdengklok, 6 desa.
    (3) Kec Rawamerta, 6 desa (4) Kec Telagasari, 5 desa (5) Kec Majalaya, 2 desa (6) Kec Lemahabang, 2 desa.
    Total: 6 Kecamatan dan 24 desa.
  2. Kabupaten Subang, luas lahan: 1.000 ha, 50 kelompok tani:
    (1) Kec Blanakan, 6 desa (2) Kec Ciasem, 5 desa.
    Total  : 2 Kecamatan dan 11 desa.
  3. Kabupaten Bandung, luas lahan: 650 ha, 32 kelompok tani:
    (1) Kec Bojongsoang, 2 desa (2) Kec Baleendah, 4 desa (3) Kec Ciparay, 6 desa (4) Kec Banjaran, 1 desa.
    Total : 4 Kecamatan dan 13 desa

Download: Project Completion Report SRI ICWRMIP 2013

Teks: Diella Dachlan, Foto: Ng Swan Ti, Agung Widjanarko/Dok.Cita-Citarum

Artikel terkait:
Lokakarya Akhir Kegiatan SRI Tahap 1 ICWRMIP
http://www.citarum.org/node/983

Kegiatan SRI ICWRMIP
http://www.citarum.org/node/1048

Mengapa SRI?
http://www.citarum.org/node/1047

Karawang Tantangan Si Lumbung Padi
http://www.citarum.org/node/1046

Hama, Penyakit dan Musim : Tantangan Petani
http://www.citarum.org/node/1185

Padi Metode SRI Di Dalam Pemulihan Citarum Terpadu
http://www.citarum.org/node/1146

Ketika “Dewi SRI” Masuk ke Desa Ciater
http://www.citarum.org/node/1145

Semangat Organik Petani Rawamerta
http://www.citarum.org/node/1049

Ketika Petani Hulu Hilir Citarum Bertemu Lewat Pupuk
http://www.citarum.org/node/1262

Panen Padi SRI di Desa Tanjung Tiga
http://www.citarum.org/node/931

Panen Padi SRI di Karawang: Kegiatan Padi SRI Kementerian Pertanian Dalam Pengelolaan Citarum Terpadu
http://www.citarum.org/node/533

Peran Strategis Pertanian Melalui SRI
http://www.citarum.org/node/719

 

Laporan foto:
Melihat Jejak Dewi SRI di Subang
http://citarum.org/upload/knowledge/document/Melihat_Jejak_Dewi_SRI_di_Subang.pdf

Produksi Padi Meningkat, Air Lebih Hemat
http://www.citarum.org/upload/knowledge/document/SRI_Produksi_Padi_Meningkat_Air_Lebih_Hemat.pdf

 

REKAPITULASI KEGIATAN SRI ICWRMIP 2009-2011

KABUPATEN

KECAMATAN

DESA

TOTAL

KARAWANG

Kutawaluya

 

Desa Kutagandok, 40 ha

Desa Kutajaya, 20 ha

Desa Kutakarya, 40 ha

100 ha

Rengasdengklok

Desa Aman Sari, 40 ha

Desa Dewi Sari, 20 ha

Desa Dukuh Karya, 20 ha

Desa Kalangsari, 20 ha

Desa Karyasari, 20 ha

Desa Rengasdengklok Selatan, 20 ha

140 ha

Rawamerta

 

Desa Kutawangi, 80 ha

Desa Panyingkiran, 60 ha

Desa Pasirawi, 80 ha

Desa Pasir Kaliki, 80 ha

Desa Sukamerta, 100 ha

Desa Sukaraja, 40 ha

440 ha

Kec Telaga Sari

 

Desa Cariu Mulya, 100 ha

Desa Kalibuaya, 120 ha

Desa Kalijaya, 40 ha

Desa Kalisari, 60 ha

Desa Pasir Kamuning, 120 ha

440 ha

Kec Majalaya

 

Desa Pasir Jengkol, 40 ha

Desa Sarijaya, 80 ha

120 ha

Kec Lemahabang

 

Desa Ciwaringin, 20 ha

Desa Pasir Tanjung, 100 ha

120 ha

SUBANG

Kec Blanakan

 

Desa Blanakan, 20 ha

Desa Cimalaya Girang, 40 ha

Desa Jaya Mukti, 20 ha

Desa Rawamekar 80 ha

Desa Tanjung Tiga 440 ha

Desa Rawameneng, 20 ha

 

Kec Ciasem

Desa Ciasem Baru, 40 ha

Desa Ciasem Girang, 40 ha

Desa Ciasem Tengah, 20 ha

Desa Dukuh, 100 ha

Desa Sukahaji, 80 ha

 

BANDUNG

Baleendah 120ha

 

Desa Andir, 40 ha

Desa Bojong Malaka 20 ha

Desa Malakasari 40 ha

Desa Rancamanyar 20 ha

120 ha

Banjaran

Desa Kiangroke, 20 ha

20 ha

Bojongsoang

Desa Bojongsari 63 ha

Desa Tegalluar 127 ha

249 ha

Ciparay

Desa Bumiwangi, 60 ha

Desa Ciheulang, 41 ha

Desa Rancakasumba, 20 ha

Desa Sarimahi, 40 ha

Desa Serang Mekar, 20 ha

Desa Sumber Sari, 80 ha

261 ha

 

 

TOTAL

3000 ha