Menyerahkan Roadmap Ke TKPSDA Citarum

“Dokumen Roadmap Citarum merupakan dokumen yang dinamis, yang dapat terus diperbaharui dan dimuktahirkan”, demikian kata Ir. Syafrudin, Dipl. HE, Kepala Balai Besar Sungai Citarum yang baru dilantik menggantikan Adang Saff Ahmad dalam sambutan pembukaannya. Dalam kesempatan ini Syafrudin yang juga menjabat sebagai koorditanor pelaksanaan program investasi untuk Citarum (PCMU) juga menyampaikan perkembangan kegiatan program investasi ICWRMIP yang telah dicapai hingga saat ini.

Senada dengan apa yang disampaikan sebelumnya, Ir. M.Donny Azdan, MA. MS, PhD, Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas juga mengatakan, “Roadmap Citarum disusun melalui proses yang panjang”. Donny menyambung, “Roadmap Citarum merupakan gambaran strategi, rencana dan pelaksanaan yang berusaha membuat peta rancangan dari posisi saat ini menuju visi, hasil  dan tujuan yang ingin dicapai di masa depan dan berkaitan dengan program pengelolaan terpadu sungai Citarum. Peta rancangan ini disusun berdasarkan prinsip perencanaan partisipasif, melalui konsultasi publik dengan para pemangku kepentingan”.

 Ir. Syafrudin, Dipl. HE, Kepala Balai Besar Sungai Citarum (kanan) dan Ir. M.Donny Azdan, MA. MS, PhD Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas (kiri) dalam pembukaan acara 2014. Photo doc Cita-Citarum 2014.

Pada tahun 2009, Roadmap Citarum telah berhasil mengidentifikasi 85 intervensi kegiatan yang harus dilakukan dalam upaya pemulihan Sungai Citarum. Namun melihat tren perkembangan kondisi yang terjadi, rencana pengelolaan sungai Citarum menuntut kebutuhan informasi yang lebih komprehensif dan relevan sebagai dasar dalam mensikronisasikan strategi, serta menyusun rencana dan program yang ada di Citarum. Untuk itulah dilakukan kegiatan pemutakhiran Roadmap Citarum menggunakan pola perencanaan partisipasif dan methode pendekatan Triple-A (Atlas, Agenda, Aturan Main). Tujuannya adalah agar pelaksanaan Roadmap Citarum dapat dilakukan tepat sasaran.

 

 Ir. Supriyatno,MM, Kepala Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat selaku ketua pelaksana harian TKPSDA (kiri) dan sebagian dari anggota Tim TKPSDA (kanan) yang turut hadir dalam cara ini. Photo doc. Cita-Citarum 2014.

Pertemuan lokakarya ini dihadiri pula oleh perwakilan dari tingkat kementerian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten dan Kota di Wilayah Sungai Citarum, serta anggota tim TKPSDA Citarum. Dalam kesempatan ini, Donny Adzdan secara simbolis menyerahkan dokumen Roadmap Citarum kepada Tim TKPSDA yang diterima oleh Ir. Supriyatno,MM, Kepala Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat selaku ketua pelaksana harian TKPSDA. Berdasarkan Permen PU No. 4/2008 TKPSDA dibentuk sebagai wadah koordinasi untuk mengintegrasikan kepentingan antar sektor, antar wilayah, dan antar pemilik kepentingan di wilayah Sungai Citarum. Saat ini salah satu tugas dari Tim TKPSDA adalah mengawal dokumen pola dan rencana pengelolaan WS Citarum sampai disahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum.

Tim Triple A memaparkan hasil kegiatan pemutakhiran Roadmap 2014 yang dilakukan melalui methode Atlas, Agenda dan Aturan Main. Photo doc Cita-Citarum 2014.

“Roadmap Citarum merupakan salah satu dokumen yang cukup penting. Dengan dokumen ini Tim TKPSDA dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kondisi pemulihan Sungai Citarum. Oleh sebab itu, dokumen Roadmap harus terus diup-date sesuai  perkembangan yang terjadi di Wilayah Sungai Citarum”, kata Rik Frankel, Team Leader Konsultan RCMU yang juga Team Leader dari Konsultan Triple-A.    

Dibandingkan dengan kewenangan pemerintah yang diatur oleh peraturan, untuk pengaturan wilayah sungai, posisi Tim TKPSDA dianggap lebih strategis dan efektif dibandingkan institusi lainnya. Unsur TKPSDA bersifat multi-stakeholder yang terdiri atas unsur pemerintah dan non pemerintah termasuk komunitas, swasta dan akademisi. Tim TKPSDA dianggap mempunyai kekuatan yang besar dalam menangani pengelolaan wilayah sungai,oleh sebab itu kewenangan tim TKPSDA menjadi luas. 

Karena dokumen ini dibuat oleh stakeholder, maka hasil dari Roadmap Citarum dikembalikan lagi kepada stakeholder. Oleh sebab itu, Roadmap Citarum diserahkan kepada Tim TKPSDA agar dapat terus berlanjut dan diperbaharui sesuai dengan kondisi terkini Sungai Citarum.

 

Dalam pemutakhiran Roadmap Citarum, pengelompokan kegiatan paket inverstasi dilakukan melalui pendekatan Sub DAS. Photo doc Cita-Citarum 2014.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan lokakarya ini dilanjutkan dengan kegiatan Pelatihan Pemutakhiran dan Pendalaman Materi Roadmap yang diadakan di Bandung pada tanggal 22 Agustus 2014. Tujuannya adalah untuk memberikan pendalaman materi mengenai methode yang digunakan dalam pemukhtakhiran Roadmap Citarum.

 

 Kegiatan pelatihan dan pendalaman materi Roadmap Citarum kepada Tim TKPSDA Citarum oleh tim penyusun Roadmap Citarum. Photo doc Cita-Citarum 2014.

Dengan kekuatan yang ada di Tim TKPSDA, Bappenas berharap, tim ini dapat menangani menjembatani konflik yang terjadi di WS Citarum dengan melakukan dialog antar stakeholder. Informasi yang ada di dalam Roadmap Citarum dapat digunakan sebagai pendukung dalam melakukan dialog tersebut. Penyerahan Roadmap Citarum kepada Tim TKPSDA ini juga bertujuan untuk memperkuat keberadaan Tim TKPSDA WS Citarum. Harapannya Roadmap ini dapat terus dipelihara dengan melakukan up-date secara rutin terhadap kondisi dan permasalahan yang baru yang terjadi di Wilayah Sungai Citarum. Roadmap Citarum 2014 juga dapat dipakai sebagai dasar untuk melengkapi dokumen Pola dan Rencana serta dapat dijadikan acuan dalam implementasikan kegiatan sebagai bagian dari upaya pemulihan Sungai Citarum.

 

Artikel terkait: