BERSIH BERKAH BAZAR SAMPAH

CIHAMPELAS (29/9/15). Segerombolan anak berseragam putih merah tergopoh-gopoh membawa karung yang berisikan gelas plastik bekas minuman kemasan. Setengah berlarian mereka menuju titik pengumpulan dimana sudah ada timbangan dan petugas yang menimbang dan mencatat. “Nah ini dapat 4kg, kertas ini ditukar dengan kupon di meja sebelah ya”, kata petugas pencatat sambil menyerahkan secarik kertas yang berisikan hasil timbangan sampah ke anak-anak tersebut. 

Masyarakat Desa Cihampelas tampak meramaikan acara  Bazar Sampah yang diadakan di area Koperasi Bangkit Bersama.

Masyarakat Desa Cihampelas tampak meramaikan acara  Bazar Sampah yang diadakan di area Koperasi Bangkit Bersama.

San san, salah satu dari siswa SD tersebut, kemudian membawa catatan itu ke meja sebelah. “Dapat Enam Ribu, saya bagi dua dengan teman karena mengumpulkannya berdua”, kata San San. “Buat jajan aja”, jawabnya sumringah ketika ditanya mau dipakai apa kuponnya. San San, teman-temanya dan masyarakat di sekitar Kampung Babakan Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat hari itu berkumpul meramaikan Bazar Sampah yang diadakan oleh komunitas yang tergabung dalam Koperasi Bangkit Bersama. Beberapa muspika dan SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat nampak hadir pula dalam kegiatan tersebut. “Saya menyambut baik kegiatan yang diadakan masyarakat ini. Untuk menangani masalah sampah tidak bisa dikerjakan pemerintah sendiri, harus bersama-sama dengan masyarakat”, papar Aa’ Umbara Sutisna Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat yang hadir bersama wakilnya ketika diminta menyampaikan kata sambutan.

Tidak hanya anak-anak berseragam putih merah dan putih biru  yang bersemangat menukarkan sampah, Ibu-ibu pun juga terlihat antri menimbangkan sampah yang sudah mulai dikumpulkan beberapa minggu sebelumnya. “Lumayan, saya bisa dapat beras dua kilo dan minyak goreng”, kata salah satu ibu-ibu warga Desa Cihampelas. Di Bazar ini tersedia sembako,aneka jajanan, kerajinan, sandang, ada pula periksa kesehatan gratis sampai donor darah serta panggung budaya. Harapan warga sekitar kegiatan ini dapat berlanjut terus, “Jangan hanya setahun sekali, kalau bisa lebih sering lagi”. Tidak heran, ketika masuk ke wilayah kampung ini nampak bersih karena masyarakatnya sudah mengumpulkan sampah jauh-jauh hari sebelum acara dimulai. Baru setengah hari saja, sampah yang dikumpulkan sudah  mencapai lebih dari tiga ton.

Bazar Sampah ini juga dihadiri oleh segenap instansi pemerintah Kabupaten Bandung Barat  serta muspika setempat.

Bazar Sampah ini juga dihadiri oleh segenap instansi pemerintah Kabupaten Bandung Barat  serta muspika setempat.

Permasalahan sampah terutama sampah yang masuk ke aliran Sungai Citarum, masih menjadi salah satu permasalahan utama bagi Kabupaten Bandung Barat. “Sampah yang masuk terbawa aliran Sungai Citarum kebanyakan adalah sampah kiriman dari daerah hulu sungai (Kab.Bandung, Cimahi dan Kota Bandung)”, ungkap Zamilia Kasi Amdal dan Teknologi Lingkungan di BPLH Kabupaten Bandung Barat. “Sampah memang harus ditahan agar tidak masuk ke Waduk Saguling karena akan mengganggu operasional turbin di PLTA Saguling. Akibatnya dapat dilihat tumpukan sampah banyak menggunung di bawah jembatan Batujajar. Ini menjadi permasalahan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat karena kami sering disudutkan tidak mampu menangani permasalahan ini”, imbuhnya.

Indra Darmawan, salah satu pendiri dan penggagas terbentuknya Koperasi Bangkit Bersama.

Waste for Humanity menjadi tema Bazar Sampah yang sudah dilakukan kali kedua ini. Indra Darmawan, salah satu pendiri dan penggagas terbentuknya Koperasi Bangkit Bersama mengatakan bahwa tujuan diadakannya Bazar sampah ini adalah mengajak masyarakat setempat untuk bisa berbudaya hidup bersih. “Kunci sukses program pengelolaan sampah adalah perubahan perilaku masyarakat untuk sadar lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan”, imbuhnya. Koperasi Bangkit Bersama sendiri berdiri tahun 2009 dan pada tahun lalu terlibat dalam kegiatan Pilot Demonstration Activities (PDA) yang dilaksanakan oleh Bappenas dalam kerangka ICWRMIP, sebuah program investasi dalam pemulihan Sungai Citarum yang mengedepankan keterlibatan masyarakat.

 

Ditulis oleh : Nancy Rosma Rini

Foto : Deden Iman untuk Cita-Citarum