TANTANGAN KEBERLANJUTAN CWMBC

Cianjur 17/11/15. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sejak tahun 2011 terlibat dalam program Citarum Watersheed Management and Biodiversity Conservasi (CWMBC), sebuah upaya pelestarian DAS Citarum Hulu di bawah koordinasi Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial, Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tujuannya adalah mulihkan daerah penyangga ekosistem di kawasan konservasi TNGGP.

 

Melalui Balai Besar TNGGP, semenjak tahun 2011 hingga tahun 2015 program CWMBC telah dilaksanakan di 12 Desa Kabupaten Cianjur. Empat kegiatan utama dalam program ini meliputi 1) penguatan data base untuk menunjang sistem pengelolaan taman nasional; 2) restorasi di areal taman nasional yang terdegradasi; 3) pengembangan PES (Pembayaran Jasa Lingkungan) sebagai alternatif biaya pelestarian hulu DAS Citarum; serta 4) penguatan masyarakat desa melalui pengembangan mata pencaharian alternatif di Model Desa Konservasi (MDK).

 

Dalam menunjang sinergitas dan kolaborasi program, TNGGP menggandeng dinas-dinas di tingkat kabupaten antara lain Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta SKPD lainnya. Secara aktif dinas-dinas ini terlibat dalam kegiatan koordinasi kegiatan, pelatihan, pendampingan masyarakat dalam pengembangan/penguatan budidaya ternak, serta restorasi dan penanganan penggarapan lahan.

 

12 Desa Penyangga di wilayah Kabupaten Cianjur ini telah mendapatkan berbagai pelatihan untuk menunjang pengembangan mata pencaharian alternatif. Desa-desa tersebut adalah Desa Ciputri, Tegalega, Kebonpeuteuy, Padaluyu, Cimacan, Cipendawa, Sukamulya, Ciloto, Sukatani, Galudra, Sarampad, Sindangjaya. Kegiatan model desa konservasi dilakukan di Desa Sukatani dan pemulihan/restorasi hutan partisipatif dilakukan di desa Ciloto, Cimacan dan Sukatani.

Program ini telah melibatkan lebih dari 80 masyarakat melalui pelatihan pengembangan mata pencaharian laternatif, selain itu bantuan untuk pengembangan usaha alternatif juga diberikan dalam bentuk hewan ternak yaitu domba dan kelinci. Bukan hanya ternaknya, bangunan kandang dan pendampingan dalam pengelolaan ternak juga diberikan untuk memastikan masyarakat dapat mengelola dengan baik. Jumlah ternak domba yang diberikan sebanyak 190 ekor dan kelinci sebanyak 170 ekor. Saat ini jumlah domba sudah berkembang biak mencapai jumlah 340 ekor, sedangkan karena terserang penyakit jumlah ternak kelinci saat ini tinggal 35ekor. Ibu-ibu di Desa Padaluyu dan Desa Tegalega pun mendapatkan pendampingan dan  pelatihan-pelatihan dalam pengembangan usaha kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi penghasilan.

 

CWMBC merupakan bagian dari program Integrated Citarum Water Resources Management and Investmen Program (ICWRMIP) tahap I dengan dukungan pendanaan hibah Global Environment Facility dan Asian Develeopmet Bank yang pelaksanaanya akan berakhir pada bulan Mei 2016. TNGGP menyadari sepenuhnya bahwa program pemberdayaan masyarakat merupakan proses yang tidak pernah berhenti dan memerlukan penanganan secara simultan oleh berbagai pihak terkait. Untuk itu diperlukan strategi keberlanjutan agar program yang sudah terlaksana selama ini dapat terus dilaksanakan.

 

Dalam rangka menindaklanjuti keberlanjutan program, TNGGP yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar TNGGP, Ir. Herry Subagiadi, M.Scberinisiatif melakukan Roadshow koordinasi dengan dinas-dinas terkait di Kabupaten Cianjur. Pada Selasa, 17 November 2015 kunjungan dimulai dari dua instansi yaitu Dinas Kehutanan dan Perkebunan serta Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD). Pada kesempatan tersebut Herry menyampaikan hasil program CWMBC yang telah digulirkan untuk menangani hulu DAS Citarum sejak tahun 2011, serta menyatakan akan pentingnya menjaga hulu DAS Citarum untuk menunjang ekosistem Kabupaten Cianjurta. “Kita harus bersepakat bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah mempunyai peran yang sama dalam menjaga kelestarian Sungai Citarum”, tegas Herry.

“Kami menyambut baik visi bersama ini, sinergi program perlu dikedepankan untuk menunjang tata kelola yang lebih baik”, sambut Mamad Nano, SP selaku Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Senada dengan pernyataan sebelumnya, Budhi Rahayu Toyib, S.Sos, MM selaku Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) mendukung adanya sinergitas program daerah dengan program CWMBC. Ada beberapa kegiatan dari BPMPD yang bisa disinergikan untuk mendukung keberlanjutan program CWMBC. Kesepakatan dan komitmen penuh terhadap dukungan program CWMBC ini akan dituangkan bersama dalam Piagam Kesepakatan di acara Workshop Exit Strategi Program CWMBC hari Kamis, 26 November 2015 minggu yang akan datang.

 

KegiatanRoadshow akan dilanjutkan  dengan agenda bertemu dengan Bappeda, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Badan Lingkungan Hidup Daerah. Kegiatan Roadshow ini akan ditutup dengan kunjungan kepada Bupati Kabupaten Cianjur untuk menyampaikan hasil roadshow sebelumnya dan rencana pelaksanaan Workshop Exit Strategi Program CWMBC.

Artikel ini ditulis oleh : Deni, Andi Martin, Aden Mahyar, Yusmiar Yoenus (TNGGP)

Dokumentasi oleh Deni

Editorial Redaksi Cita-Citarum