Ketika Angkatan Senior Wanadri Ikut Peduli Citarum


Muara Gembong, Citarum.org- Pada Sabtu pagi yang cerah (14/11), sekitar 20 orang berkumpul di dermaga kecil di Muara Gembong, Bekasi. Sebuah kapal boat berkapasitas sekitar 12 orang, dan dua boat karet masing-masing berkapasitas 4 hingga 8 orang menunggu para penumpang untuk naik ke perahu.

Penyusuran sungai Citarum hari itu berlokasi di daerah muara Citarum, yaitu Muara Gembong dan Muara Bendera di Bekasi, merupakan bagian dari kegiatan Ekspedisi Citarum 2009 yang dilakukan oleh Wanadri, perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung, yang didirikan pada tahun 1964 berlokasi di Bandung.

Diantara para peserta hari itu, tampak sebagian anggota angkatan senior (sekitar tahun 60-90-an) ikut sibuk mulai mempersiapkan dan memeriksa peralatan. “Sedikit berbeda dengan kegiatan ekspedisi yang dilakukan oleh Wanadri pada umumnya yang biasanya dimotori oleh angkatan muda Wanadri, untuk Ekspedisi Citarum ini para alumni angkatan tua diberikan mandat oleh pengurus angkatan muda untuk melaksanakan kegiatan ini” jelas Abrar Prasodjo, ketua tim Ekspedisi Citarum Wanadri yang juga merupakan anggota angkatan 1986.

Anggota Wanadri kini tersebar di Indonesia dan luar negeri dan terdiri dari berbagai macam profesi, mulai dari pejabat pemerintahan, akademisi, peneliti, seniman, aktivis LSM, pengusaha, karyawan swasta, pengusaha, wartawan, dan lain sebagainya. Hal ini menjadi salah satu sumber pendukung bagi kegiatan-kegiatan Wanadri, baik dukungan finansial, perlengkapan, maupun saran dan masukan dari para ahli.

Misalnya Anas Ridwan, anggota Wanadri yang menjadi wakil ketua ekspedisi Citarum. Perusahaan miliknya membuat perlengkapan kegiatan alam bebas, mulai dari ransel, sepatu dan sendal, hingga perahu untuk arung jeram. Perahu dan jaket pelampung yang digunakan tim hari itu pun merupakan kontribusi produknya.

Hubungan Masa Lalu
Mengapa Citarum? “Wanadri memiliki ikatan sejarah dengan Citarum. Waktu awal memulai olahraga arus deras di Indonesia, Sungai Citarum menjadi lokasi kegiatan. Tahun 1975 Wanadri mengadakan ekspedisi Citarum, lalu pada tahun 1989, ada juga kegiatan rally sungai di Citarum,” kata Abrar.

Tentunya kondisi Citarum saat itu sangat jauh berbeda. Debit air masih tinggi, hutan relatif masih lebat dan sungai masih jauh lebih bersih. Berbeda dengan saat ini, Citarum di beberapa titik ibaratnya sudah menjadi tempat pembuangan sampah raksasa ditambah lagi dengan buangan limbah industri.

Di beberapa titik Citarum, malah badan sungai tidak lagi terlihat karena permukaannya sudah tertutup oleh sampah, seperti di daerah Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Atau Curug Jompong, yang memiliki pemandangan sekeliling yang indah, namun aliran airnya yang deras berwarna hitam, pekat dan dipenuhi oleh sampah.

Melihat kondisi Citarum yang semakin memburuk ini, para angkatan senior Wanadri tergerak untuk ikut melakukan kegiatan kepedulian di Citarum. Dalam kegiatan ekspedisi, Wanadri akan melaksanakan kegiatan pendataan dan pendokumentasian melalui foto, merekam titik kordinat GPS hingga kampanye kepedulian lingkungan agar semua pihak terkait membuka mata dan melakukan tindakan nyata untuk mengembalikan kelestarian Citarum.

Kegiatan pendataan ini dilakukan mulai dari daerah hulu hingga hilir Citarum, meliputi Gunung Wayang-Majalaya-Saguling, lalu daerah Waduk yaitu Saguling-Cirata dan Jatiluhur, dan daerah hilir atau bagian muara Citarum di Bekasi. Total waktu kegiatan sekitar 6 hingga 9 bulan, dan November ini kegiatan survey awal sudah dilaksanakan.
Selain kegiatan ekspedisi, anggota Wanadri senior ini juga aktif terlibat dalam pertemuan-pertemuan mengenai Citarum, baik yang dilakukan oleh pemerintah atau lembaga-lembaga non-pemerintah.

Kendala yang Sama
Meskipun komitmen dan semangat para angkatan senior Wanadri ini masih kuat, rata-rata hampir sebagian besar para anggota senior ini memiliki masalah yang sama yaitu masalah waktu yang terbatas.

“Dengan kesibukan masing-masing, agak sulit mengumpulkan seluruh anggota tim senior ini untuk kordinasi dan pelaksanaan ekspedisi seperti dulu” Kata Anas Ridwan. Untungnya teknologi komunikasi seperti internet dan telepon selular membuat para anggota senior ini tetap terhubung satu sama lain untuk kordinasi, meskipun seringkali berada di lokasi geografis yang berbeda-beda.

Kegiatan ekspedisi bukanlah merupakan kegiatan baru bagi Wanadri. Ekspedisi sungai, gunung, gua dan laut merupakan kegiatan-kegiatan yang biasa menjadi agenda kelompok ini, baik yang dilakukan di Indonesia maupun di luar negeri seperti Ekspedisi Himalaya, Gunung Rainer (Amerika), Alpen (Swiss) dan lain sebagainya. Juga untuk kegiatan riset dan penelitian, Wanadri ikut dalam pendataan pulau terluar di wilayah Indonesia. Selain itu Wanadri juga aktif ikut serta dalam kegiatan SAR untuk masa emergensi bencana alam.  Awal tahun 2009 ini, Wanadri melaksanakan kegiatan ekspedisi sungai Ciliwung untuk kegiatan pendataan dan dokumentasi. (diel)

Download Citarum Muara Trip photo report Part I

Download Citarum Muara Trip photo report Part II