Deni Riswandani : Komitmen untuk Lingkungan

Rumah Deni Riswandani di Majalaya, bertetangga langsung dengan pabrik-pabrik industri di kotanya. Jika polusi suara masih dapat ditolerir, namun bagi Kang Deni, panggilan akrabnya, tidak demikian halnya dengan limbah yang mengakibatkan pencemaran yang seringkali dibuang sebagian pabrik industri itu langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu.

Jika jalan dialog dan permohonan kepada pabrik tersebut tidak lagi dapat menemukan titik temu, maka Kang Deni dan rekan-rekannya memilih turun langsung ke jalan dan berdemo menuntut perubahan. Sebagai warga Majalaya yang dilewati oleh Sungai Citarum, bukan hanya limbah industri, melainkan juga sebagian daerahnya terendam banjir luapan Sungai Citarum.

“Yang terburuk di Majalaya pada tahun 1984, genangan banjir sangat luas, sehingga sawah-sawah pun gagal panen dan kerugian sangat banyak” Ceritanya.

Kini alumnus jurusan Sosiologi Universitas Tanjungpura Pontianak pun aktif dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, khususnya di bidang advokasi lingkungan. “Tekanan dan intimidasi adalah hal biasa yang kita temui di lapangan. Tetapi sebagai masyarakat Korban, kita tidak boleh berhenti berjuang. Nasib satu kaum hanya dapat diubah oleh dirinya sendiri.” Kata Kang Deni tegas.

Menyadari jika advokasi dan demo semata tidaklah cukup untuk kontribusi perubahan berarti, pada tahun 2008, Kang Deni bersama rekan-rekannya mendirikan organisasi Elemen Lingkungan (ELINGAN) yang aktif bergerak dalam pendampingan masyarakat di bidang lingkungan, antara lain daur ulang sampah, sekaligus tetap aktif dalam melancarkan aksi-aksi advokasi lingkungan.

Pada tahun 2010, bersama rekan-rekannya sesama penggiat komunitas di hulu Sungai Citarum, terbentuklah Perhimpunan Kelompok Kerja (PKK) DAS Citarum, dimana  Kang Deni juga merupakan ketuanya. PKK DAS Citarum terdiri dari 120 komunitas akar rumput di hulu Sungai Citarum.  PKK DAS Citarum juga mulai meluaskan jaringan dan menjalin kerjasama dan hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti badan pemerintahan dan swasta. Beberapa komunitas juga aktif terlibat dalam sosialisasi penataan sempadan sungai bersama Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

Menanggapi program pemulihan Sungai Citarum secara terpadu, Kang Deni mewakili PKK DAS Citarum menanggapi secara positif.

“Intinya kami sekarang ini terbuka dan mendukung upaya-upaya perbaikan lingkungan. kami terbuka dengan kerjasama dengan berbagai pihak dan juga ingin meningkatkan kapasitas dalam komunitas ini agar dapat bekerja lebih baik lagi. Tapi kami akan tetap objektif dan siaga. Jika ada tindakan-tindakan pelanggaran dan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka tidak akan kami biarkan” Tegas Kang Deni, menegaskan kembali komitmennya untuk lingkungan.