Indonesia   |    English   

Dianggarkan Melalui Kementerian PU Rp 1,2 Triliun untuk DAS Citarum

Galamedia, Kamis, 11 Agustus 2011

http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110811024655&idk...

DIPONEGORO,(GM)-
Untuk menangani banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan menganggarkan dana sekitar Rp 1,2 triliun. Dana itu akan akan dianggarkan dalam tiga tahun. Tahun ini anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 300 miliar untuk menangani banjir mulai dari hulu (Citarum) hingga Saguling.

Menurut Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, dalam penanganan banjir ada dua pendekatan, sturuktural dan nonstruktural. Pendekatan struktural berupa penanganan banjir, secara teknis dikelola Kementerian PU. Sementara nonstuktural dikelola kementerian lainnya dan seluruh stake holder yang ada.

"Insya Allah Kementerian PU akan menganggarkan untuk penanganan banjir di sekitar DAS Citarum sekitar Rp 1,2 triliun yang akan dianggarkan dalam tahun jamak mulai tahun ini. Tahun ini jumlahnya Rp 300 miliar. Anggaran ini cukup banyak, mengingat sebelumnya dalam satu tahun hanya Rp 20 miliar atau Rp 30 miliar," ungkap Heryawan kepada wartawan di Gedung Sate, Jln. Diponegoro Bandung, Rabu (10/9).

Menurutnya, anggaran struktural itu di antaranya digunakan untuk pengerukan, pembangunan kirmir, sodetan, dll. Dalam penanganan banjir banjir di wilayah DAS Citarum itu Pemprov Jabar akan ikut berpartisipasi melalui pendekatan nonstruktural. Seperti penataan kawasan hutan, pengelolaan hutan bersama masyarakat, dan membudayakan pembangunan rumah menghadap rumah.

"Selama ini, banyak rumah yang membelakangi sungai, jadi kalau membuang sampah atau limbah langsung ke sungai. Pendekatan nonstruktural inilah yang menjadi domain kita untuk ikut mengatasi banjir di wilayah DAS Citarum. Sementara untuk teknis penanganan banjir secara struktural menjadi domain PU dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)," jelas Heryawan.

Selain itu, pihaknya juga sudah meminta kabupaten/ kota termasuk Perum Perhutani untuk lebih serius ikut menangani DAS Citarum. Misalnya mengelola limabah peternakan dengan baik. "Untuk masalah ini domainnya dinas energi dan sumber daya mineral (ESDM). Ya, semua lembaga/instansi harus ikut menangani bajir," kata Heryawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Heryawan mengungkapkan idealnya anggaran pembenahan DAS Citarum untuk menanggulangi bencana banjir Rp 3,35 triliun. Anggaran tersebut untuk membangun 22 waduk senilai Rp 1,023 triliun, normalisasi Citarum dan 9 anak sungainya sebesar Rp 312 miliar, pengerukan Sungai Citarum sepanjang 30 kilometer Rp 125 miliar serta relokasi sebesar Rp 286 miliar. (B.96/fik.job)**