Kementerian Kehutanan

peta kehutanan

 

Pelaksana                                          

kehutanan Direktorat Konservasi Kawasan
Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam

Program

4.2   Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Pengelolaan Daerah Penyangga Air / Improved Land ad  Water Management.

Lokasi

Lokasi program CWMBC ini dilakukan di 20 desa: BBKSDA Jabar (12 Desa), TNGGP (8 Desa) di 14 Kecamatan di 6 Kabupaten, yaitu Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab.Purwakarta, Kab.Subang, Kab.Sumedang, Kab. Cianjur di Propinsi Jawa Barat.

 

Program kegiatan dilaksanakan di  8 Target Area meliputi: (1) Cagar Alam Gunung Tilu; (2) Cagar Alam Gunung Burangrang; (3) Cagar Alam Kawah Kamojang;  (4) Cagar Alam Gunung Tangkuban Parahu; (5) Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi; (6) Taman Wisata Alam Kawah Kamojang; (7) Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu; (8) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

 

 8 Kawasan Konservasi tersebut berada di 17 Desa dalam lingkup kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di 6 Kabupaten yaitu Kabupaten Bandung, Purwakarta, Subang, Sumedang, dan Cianjur.

Tahun Pelaksanaan

2013 - 2014

Capaian

Kementerian Kehutanan sejak tahun 2012 melalui program hibah dari Global Environmental Fund (GEF) melaksanakan kegiatan konservasi  kawasan di Wilayah Sungai Citarum. Program dengan 4 Komponen kegiatan ini disebut sebagai Citarum Watershed Management and Biodiversity Conservation Project (CWMBC). Kegaiatan yang dilaksanakan meliputi:

(i)    Inventarisasi Keanekaragaman Hayati
(ii)    Pilot Proyek Percontohan Untuk Restorasi Hutan dan Rehabilitasi Kawasan;
(iii)    Pengembangan Imbal Jasa Lingkungan Untuk Pendanaan Bekelanjutan Konservasi Keanekaragaman Hayati; dan
(iv)    Pengarusutamaan Konservasi Keanekaragaman Hayati.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu sebagai berikut:
1.    Adanya mainstreaming (pengarusutamaan) keanekaragaman hayati pada kegiatan ICWRMIP melalui  mekanisme koordinasi yang efektif untuk manajemen kawasan konservasi dalam daerah aliran sungai (DAS) Citarum  dengan melibatkan para pemangku kepentingan terkait;
2.    Meningkatnya pemahaman tentang keanekaragaman hayati dalam kawasan konservasi dengan data dan informasi terkini kepada masyarakat di sekitar kawasan konservasi dan para pemangku kepentingan;
3.    Meningkatnya keterampilan dan pengetahuan staf pengelola kawasan konservasi untuk memperkuat perencanaan manajemen kawasan konservasi;
4.    Perbaikan dan rehabilitasi lahan di dalam dan diluar kawasan konservasi sehingga dapat berperan secara optimal dalam peningkatan keanekaragaman hayati, habitat dan ekosistem kawasan.